Warga menerobos banjir yang menggenang di Kawasan Taman Kota, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (12/1). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak dini hari tadi melumpuhkan sebagian akses di Jakarta Barat. Kawasan Taman Kota, Cengkareng, menjadi salah satu titik terparah akibat luapan Kali Mookervart hingga merendam badan jalan.
Pantauan di lokasi pada pukul 11.30 WIB menunjukkan genangan air setinggi 30 sentimeter menutup lajur paling kiri Jalan Daan Mogot arah Grogol menuju Kalideres. Kondisi ini memaksa pengendara menumpuk di jalur tengah dan kanan untuk menghindari air.
Akibatnya, kemacetan mengular panjang hingga ke Flyover Pesing. Rasa frustrasi mulai menyelimuti para pengendara yang terjebak di tengah kepungan banjir.
"Ini udah hampir setengah jam macet total enggak gerak," ujar Nanang, 43, seorang sopir truk yang tertahan di tengah kemacetan, Senin (12/1).
Nekat Lawan Arus dan Motor Mogok
Lantaran lalu lintas yang macet parah, tak sedikit pengendara motor maupun mobil yang memilih putar balik dan nekat melawan arus. Aksi berbahaya ini dilakukan karena ketidaksabaran menghadapi macet total yang tak kunjung terurai.
Selain di jalan raya utama, genangan juga masuk ke akses menuju Perumahan Taman Kota. Beberapa pengendara motor yang memaksa menerobos genangan akhirnya harus menelan pil pahit karena mesin kendaraannya mogok dan terpaksa didorong.
Penumpang Transjakarta Terpaksa 'Nyeker'
Dampak luapan air juga menyasar fasilitas publik. Genangan terlihat merendam area bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) menuju Halte Transjakarta Taman Kota.
Kondisi ini memaksa para penumpang untuk melepas alas kaki agar tetap bisa mengakses halte. Fenomena "nyeker" berjamaah pun tak terelakkan di lokasi tersebut.
Menurut warga sekitar, air mulai naik saat intensitas hujan meningkat di pagi hari.
"Banjirnya dari sekitar jam 10-an. Kalau ujannya udah dari sebelum Subuh," kata Wawan, seorang pedagang asongan di dekat Halte Taman Kota.
Hingga berita ini diturunkan, gerimis masih mengguyur kawasan Cengkareng dan sekitarnya. Pengendara diimbau untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kepadatan yang semakin parah di sepanjang jalur Daan Mogot.
