Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Januari 2026, 05.36 WIB

Perjalanan KRL Green Line Terdampak Gangguan Operasional, Penumpang Menumpuk di Stasiun Sejak Siang Hari

Suasana kepadatan penumpang KRL di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Kamis (06/11/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Suasana kepadatan penumpang KRL di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Kamis (06/11/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Penumpukan penumpang terjadi di Stasiun Tanah Abang malam ini, Rabu (28/1). Gangguan operasional KRL pada lintas green line menjadi penyebabnya. Tidak hanya penumpukan penumpang, terjadi keterlambatan jam pemberangkatan serta penambahan waktu tempuh antar stasiun.

Gogo, salah seorang penumpang KRL lintas green line, mengungkapkan bahwa perjalanan yang biasa dia tempuh dari Stasiun Parung Panjang sampai Stasiun Tanah Abang dalam waktu 50 menit, hari ini bertambah hingga 65 menit. Menurut dia, itu terjadi karena kereta yang dia tumpangi sempat tertahan dalam perjalanan.

”Siang tadi jam 11.15 WIB naik dari (Stasiun) Parung Panjang biasa 50 menit sampai, ini 65 menitan karena ketahan-tahan di jalan,” keluhnya.

Berharap operasional sudah kembali normal saat jam pulang kerja, Gogo menyatakan bahwa kondisinya malah lebih parah. Dia tidak habis pikir, jadwal KRL green line yang sejak siang hari sudah bermasalah belum juga teratasi. Bahkan malah semakin kacau.

”Yang kacau sore ini. Ternyata jadwal masih ngaco. Penumpang numpuk di peron 5-6. Antrean sampai ke tangga atas, bahkan sampai gedung baru stasiun,” kata dia.

Saking padatnya, petugas keamanan di Stasiun Tanah Abang sempat menyarankan penumpang turun ke peron 5-6 melalui peron 2-3 dengan menggunakan jalur penyeberangan Pasar Tanah Abang. Namun demikian, jalur itu juga sudah sesak dijejali penumpang.

”Itu gila ramainya, dalam kereta juga kacau padatnya dari ujung ke ujung. Stasiun Palmerah juga numpuk,” kata dia.

Hampir mirip dengan pengalaman Gogo, hari ini Tari yang juga penumpang KRL lintas green line mengaku merasakan ketidaknyamanan. Memulai perjalanan dari Stasiun Cisauk sekitar pukul 10.00 WIB, dia langsung merasakan keanehan karena kereta tidak kunjung jalan.

”Udah sekitar 20 menitan baru diinfo petugas, ada gangguan di Jalur Rawa Buntu-Sudimara. Jam 11 kereta jalan tapi lelet banget dan cuma sampai Serpong,” ujarnya.

Di Stasiun Serpong, kereta yang ditumpangi oleh Tari kembali tertahan. Dia tidak menghitung waktu pastinya, namun Tari merasa kereta tertahan sekitar setengah jam. Sebab total perjalanan dari Stasiun Cisauk-Stasiun Palmerah tembus sampai 2 jam.

”Aku baru sampai Palmerah sekitar jam 12 siang,” kata dia.

Saat dikonfirmasi, Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menyampaikan bahwa gangguan operasional KRL hari ini memang berdampak pada perjalanan kereta. Dia mengakui, pihaknya mengambil sejumlah langkah. Diantaranya dengan pembatasan kecepatan kereta.

”Dampak dari beberapa gangguan operasional hari ini sempat kami lakukan pembatasan kecepatan KA untuk keselamatan perjalanan KA, serta beberapa rekayasa operasi KA. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna jasa Commuter Line,” ucap dia.

Karina memastikan, pihaknya segera menyampaikan informasi terkini apabila operasional sudah normal. Dia menekankan bahwa prioritas saat ini adalah memastikan keamanan perjalanan KAI Commuterline dan menjamin keselamatan penumpang dalam perjalanan.

”Sekali lagi kami mohon maaf ketidaknyamanannya, kami juga mengimbau bagi pengguna untuk selalu mengikuti arahan dari petugas, baik di stasiun maupun di atas KA,” pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore