
Potret Rudal Balistik Jarak Menengah KHAN yang dibeli oleh Indonesia dari Turkiye. (Roketsan)
JawaPos.com - Kantor kepresidenan Turki menepis kabar yang menyebut adanya pengiriman senjata ke Iran dan menilai isu tersebut sebagai “propaganda hitam”.
Dalam pernyataannya, Pusat Pemberantasan Disinformasi (DMM) di bawah direktorat komunikasi kepresidenan menegaskan bahwa informasi yang beredar di sejumlah akun media sosial dan situs yang dianggap menyebarkan disinformasi tidak memiliki dasar.
"Laporan yang muncul di beberapa akun media sosial dan situs disinformasi, yang mengklaim bahwa 'Turki memasok Iran dengan rudal anti-pesawat modern dan rudal drone, dan bahwa jet tempur F-15 Amerika yang jatuh diduga terkena sistem pertahanan udara portabel Turki', itu sepenuhnya salah dan tidak benar," demikian pernyataan tersebut seperti dilansir dari Antara.
Pemerintah Turki menilai tudingan itu sebagai bagian dari upaya perang informasi yang disengaja, sekaligus bentuk propaganda yang bertujuan merusak citra peran positif Ankara dalam menangani krisis kawasan melalui jalur damai dan diplomasi.
Selain itu, pihaknya menekankan bahwa Turki konsisten mengedepankan stabilitas dan perdamaian di kawasan. Mereka juga menilai adanya upaya sistematis untuk mengganggu capaian diplomatik negara tersebut yang telah diakui secara luas.
"Turki menunjukkan sikap yang didasarkan pada pemeliharaan perdamaian dan stabilitas dalam semua proses di kawasan ini. Operasi informasi yang bertujuan untuk melemahkan keberhasilan diplomatik negara kami yang diakui secara global tersebut bertujuan untuk menyesatkan komunitas internasional," lanjut pernyataan itu.
Pemerintah turut mengimbau publik agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi menyesatkan semacam itu, yang dinilai bertujuan menggiring opini dan mengganggu keseimbangan yang sensitif di kawasan.
Mereka menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap “kampanye informasi kotor” yang dapat memanipulasi persepsi publik serta memperkeruh situasi yang sudah rapuh.
