Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 April 2026, 05.34 WIB

Donald Trump Dikabarkan Sakit usai Helikopter AS Ditembak Iran, Begini Faktanya

Presiden AS Donald Trump menjadi sorotan soal rumor kondisi kesehatannya di tengah eskalasi konflik dengan Iran. Foto: (The Daily Beast) - Image

Presiden AS Donald Trump menjadi sorotan soal rumor kondisi kesehatannya di tengah eskalasi konflik dengan Iran. Foto: (The Daily Beast)

JawaPos.com — Rumor mengenai kondisi kesehatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencuat di tengah meningkatnya eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran. Isu tersebut berkembang cepat di media sosial, beriringan dengan laporan serangan terhadap aset militer AS, termasuk jet tempur dan helikopter dalam operasi tempur yang berlangsung intens.

Spekulasi ini muncul setelah beberapa insiden militer signifikan terjadi. Iran dilaporkan menembak jatuh dua pesawat tempur AS, yakni F-15E dan A-10, serta menembaki helikopter penyelamat dalam satu rangkaian pertempuran. Insiden tersebut memicu operasi pencarian besar-besaran terhadap awak yang hilang, sekaligus meningkatkan tekanan politik terhadap pemerintahan Trump.  

Dilansir dari The Daily Beast, Minggu (5/4/2026), Gedung Putih terpaksa merespons beredarnya klaim luas di media sosial yang menyebut Donald Trump dalam kondisi kritis hingga dilarikan ke Walter Reed Medical Center, Bethesda, Maryland. Namun, klaim tersebut tidak disertai bukti yang dapat diverifikasi.

Pemerintah AS dengan tegas membantah isu tersebut. Melalui akun resmi tim respons cepat Gedung Putih di platform X, pemerintah menyebut rumor itu sebagai teori konspirasi yang tidak berdasar. “Kaum liberal yang tidak rasional menciptakan teori konspirasi gila ketika Presiden tidak berbicara kepada pers selama 12 jam,” tulis akun tersebut, sembari menegaskan bahwa Donald Trump tetap menjalankan tugasnya secara aktif.

Sebagai upaya memperkuat bantahan, akun tersebut juga mengutip ulang laporan jurnalis CBS News, Emma Nicholson, yang menyebut adanya penjaga Marinir terlihat berjaga di luar West Wing pada Sabtu sore. Kehadiran penjaga ini umumnya menandakan bahwa presiden berada di dalam kompleks Gedung Putih, baik di West Wing maupun Oval Office, mengingat mereka bertugas secara bergiliran untuk mengamankan akses masuk.

Direktur komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, turut merespons spekulasi yang berkembang. Ia menegaskan, “Tidak pernah ada Presiden yang bekerja lebih keras untuk rakyat Amerika selain Presiden Trump. Pada akhir pekan Paskah ini, ia bekerja tanpa henti di Gedung Putih dan Oval Office.” Pernyataan ini dimaksudkan untuk meredam kekhawatiran publik.

Namun, munculnya rumor tersebut tidak terlepas dari absennya Trump dari publik selama beberapa hari. Ia terakhir terlihat pada Rabu malam saat menyampaikan pidato nasional terkait konflik dengan Iran, di mana ia menegaskan dominasi militer AS sekaligus meredam kekhawatiran terkait lonjakan harga minyak dan kritik sekutu.

Ketidakhadirannya dalam agenda publik berikutnya, termasuk kebiasaan bermain golf di akhir pekan, semakin memperkuat spekulasi. Dalam konteks politik Amerika, perubahan pola aktivitas presiden sering kali menjadi pemicu munculnya rumor kesehatan.

Di sisi lain, aktivitas Trump di media sosial justru menunjukkan hal yang bertolak belakang. Pada Sabtu, ia tetap aktif dengan mengunggah sedikitnya sembilan pernyataan di Truth Social. Ia membahas berbagai isu, mulai dari kritik terhadap The New York Times hingga klaim capaian ekonomi dan tingkat persetujuan publik terhadap pemerintahannya.  

Trump juga mengklaim keberhasilan militer dengan menyatakan bahwa sejumlah pemimpin militer Iran telah “dilenyapkan” dalam serangan besar di Teheran. Pernyataan ini menjadi bagian dari narasi kemenangan yang terus ia bangun di tengah konflik yang berlangsung.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore