
Emmanuel Macron. (Instagram @emmanuelmacron)
JawaPos.com - Presiden Perancis Emmanuel Macron melontarkan kritik tajam terhadap gaya kepemimpinan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dalam menangani konflik Iran yang kian memanas.
Macron menilai pendekatan Trump tidak konsisten dan justru memperkeruh situasi perang di Timur Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Macron saat kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan, di tengah konflik AS-Israel melawan Iran yang kini telah memasuki bulan kedua.
Macron secara tegas menyindir perubahan sikap Trump yang kerap bertolak belakang dari hari ke hari. Mulai dari klaim kemenangan, peluang damai, hingga kembalinya ancaman serangan besar.
“Ini bukan pertunjukan. Kita berbicara tentang perang, tentang nyawa manusia,” kata Macron kepada wartawan di Korea Selatan.
“Jika ingin serius, Anda tidak mengatakan hal yang berbeda setiap hari," lanjut Macron.
Ia bahkan menyarankan agar retorika publik dikurangi demi meredakan ketegangan. “Mungkin tidak perlu berbicara setiap hari. Biarkan situasi menjadi lebih tenang,” tambahnya.
Sejak konflik dimulai, pemerintahan Trump memang mengirimkan sinyal yang beragam soal Iran.
Dari menyebut perang hampir selesai, mengklaim Iran ingin gencatan senjata, hingga kembali mengancam akan menghancurkan infrastruktur vital Iran.
Klaim tersebut bahkan telah dibantah langsung oleh pemerintah Iran. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan tidak ada permintaan gencatan senjata, sementara jalur diplomasi disebut belum memasuki tahap negosiasi resmi.
