Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 April 2026, 04.08 WIB

Pasukan UNIFIL asal Indonesia kembali Diserang, Indonesia Desak Penyelidikan oleh DK PBB

Keluarga Prajurit yang gugur yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Keluarga Prajurit yang gugur yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com-Indonesia kembali meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengusut seluruh insiden terhadap Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) setelah tiga personel penjaga perdamaian Indonesia terluka akibat ledakan pada Jumat (3/4) di El Addaiseh, Lebanon selatan.

Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di Jakarta, Sabtu, Indonesia menyampaikan kekhawatiran yang sangat mendalam atas ledakan yang terjadi pada Jumat (3/4) di El Addaiseh, Lebanon selatan, yang melukai tiga personel penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).

Indonesia kembali meminta Dewan Keamanan PBB segera mengusut seluruh insiden terhadap UNIFIL dan agar segera dilakukan pertemuan antara negara kontributor pasukan UNIFIL untuk melakukan review dan mengambil tindakan penguatan pelindungan terhadap pasukan yang bertugas di UNIFIL,” kata Kemlu RI dalam pernyataan resminya itu.

Indonesia mengatakan tiga personel yang terluka itu merupakan insiden serius ketiga yang melibatkan penjaga perdamaian Indonesia di UNIFIL dalam kurun waktu satu minggu terakhir.

Indonesia pun menegaskan bahwa serangan yang terjadi berulang kali tidak dapat diterima, terlepas dari apa pun penyebabnya, serta menekankan pentingnya penguatan segera perlindungan bagi pasukan perdamaian PBB saat konflik semakin berbahaya.

“Indonesia menekankan kembali bahwa keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar. Setiap tindakan yang membahayakan mereka merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban,” sebut pernyataan itu.

Pemerintah Indonesia kembali menyerukan  penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta, termasuk kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab, dan menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakkan.

Indonesia mengatakan bahwa insiden itu terjadi di tengah serangan Israel ke Lebanon, dan operasi militer Israel yang terus berlanjut, termasuk pernyataan untuk mempertahankan keberadaan Israel. Realitas ini berisiko mendestabilisasi situasi dan terus membahayakan personel pasukan perdamaian PBB.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore