Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 Desember 2025, 03.20 WIB

Pinjam Motor Teman Berdalih Jadi Korban Begal Ternyata Dijual

Pria 21 tahun itu beradalih menjadi korban begal saat meminjam motor Honda Scoopy AD 5425 MN milik rekannya. Setelah ditelusuri, rupanya motor tersebut justru dijual ke orang lain. (Ludry/JawaPos) - Image

Pria 21 tahun itu beradalih menjadi korban begal saat meminjam motor Honda Scoopy AD 5425 MN milik rekannya. Setelah ditelusuri, rupanya motor tersebut justru dijual ke orang lain. (Ludry/JawaPos)

JawaPos.com -  Akal bulus Salasun memperdaya rekannya justru berakhir di balik jeruji tahanan. Pria 21 tahun itu beradalih menjadi korban begal saat meminjam motor Honda Scoopy AD 5425 MN milik rekannya. Setelah ditelusuri, rupanya motor tersebut justru dijual ke orang lain.

Peristiwa bermula saat korban berinisial RK mengeluhkan kondisi motornya kepada tersangka. Lantaran mogok gara-gara lama tak digunakan.

"Tersangka berinisiatif memperbaiki motor, hingga akhirnya bisa kembali normal," beber Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya.

Pasca selesai memperbaiki, Salasun pun meminjam motor tersebut. Korban pun tidak menaruh curiga, apalagi tujuan meminjam untuk menjemput mertua.

"Hingga larut malam tidak kembali. Tiba-tiba tersangka menghubungi korban dan berpura-pura menjadi korban pembegalan," ungjap Alumunus Akpol 2015 itu.

Korban pun sempat khawatir dengan keselamatan tersangka. Bahkan, langsung menjemput tersangka di kawasan jalan Veteran Kecamatan Kebomas. Anehnya, kondisi tersangka tak menunjukkan tanda-tanda aksi pembegalan.

"Kami juga melakukan penyelidikan, bahkan mendatangi lokasi kejadian. Namun banyak keterangan yang janggal," beber Arya.

Gelagat Sulasun kian mencurigakan setelah dicecar pertanyaan oleh tim penyidik. Hingga akhirnya, pria asal Kecamatan Sangkapura itu mengaku telah menjual motor korban di wilayah Kenjeran Surabaya.

"Nilainya Rp 3 juta, alasannya untuk kebutuhan pribadi dan membayar hutang," terang Arya.

Saat ini, petugas masih kami lakukan penyelidikan lebih lanjut. Untuk membongkar sindikat praktek jual beli motor bodong.

"Tidak menutup kemungkinan memiliki jaringan dengan pelaku curanmor," pungkasnya.

Sulasun pun mengakui perbuatannya dengan dalih membutuhkan uang. Lantaran tidak memiliki pekerjaan tetap. "Untuk keperluan sehari-hari," ungkapnya berkilah. 

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore