
Ilustrasi kapal induk USS Abraham Lincoln. (Navy Times)
JawaPos.com - Iran mengklaim telah melancarkan serangan besar terhadap sejumlah target yang terkait dengan Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia hingga Samudra Hindia, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln.
Klaim ini disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) pada Jumat (3/4) pagi waktu setempat.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut operasi tersebut merupakan bagian dari gelombang ke-91 dalam misi militer yang mereka sebut sebagai Operation True Promise 4.
Mereka mengklaim telah meluncurkan serangan 'berat dan terkoordinasi' menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, serta drone terhadap target militer dan infrastruktur yang berkaitan dengan AS dan Israel.
Mengutip News.AZ, salah satu klaim paling mencolok adalah serangan terhadap kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln di wilayah utara Samudra Hindia.
IRGC menyatakan empat rudal jelajah jenis Qadr-380 telah diarahkan ke kapal induk tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi independen dari pihak Amerika Serikat terkait klaim tersebut.
Selain itu, IRGC juga mengklaim menyerang lokasi yang disebut sebagai 'titik pertemuan rahasia' bagi teknisi penerbangan dan pilot tempur AS di wilayah selatan Teluk Persia.
Serangan tersebut diklaim menyebabkan korban jiwa dan luka-luka, yang disebut terlihat dari pergerakan ambulans di lapangan.
Target lain yang disebut dalam pernyataan tersebut adalah sebuah lokasi di luar pangkalan militer di Uni Emirat Arab, serta unit drone MQ-1 milik AS di pangkalan Al Dhafra, selatan Abu Dhabi.
IRGC juga menegaskan bahwa sistem angkatan laut mereka kini memantau secara ketat lalu lintas maritim di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global.
