Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 April 2026, 12.53 WIB

Selat Homuz Ditutup, DK PBB Didesak Lindungi Jalur Marirtim dan Pastikan Keamanan Navigasi Internasional

Sekitar 1.900 kapal komersial tertahan di kawasan Selat Hormuz, terutama di Teluk Persia, sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026. - Image

Sekitar 1.900 kapal komersial tertahan di kawasan Selat Hormuz, terutama di Teluk Persia, sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026.

JawaPos.com - Dewan Keamanan (DK) PBB didesak untuk melindungi jalur maritim dan memastikan keamanan navigasi internasional, di tengah terhentinya pelayaran melalui Selat Hormuz. Ihwal hal ini dikatakan Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) Mohammed Al Budaiwi.

"Kami menyerukan kepada Dewan Keamanan untuk bertanggungjawab penuh dan melakukan semua langkah yang diperlukan untuk melindungi jalur maritim dan memastikan keberlanjutan navigasi internasional yang aman,” ujar Al Budaiwi, dilansir dari Antara, Jumat (3/4).

Ia juga menyerukan kepada Dewan untuk memasukkan negara-negara Teluk dalam setiap diskusi atau perjanjian dengan Iran, guna memperkuat keamanan regional dan mencegah eskalasi lebih lanjut.

Blokade Selat Hormuz adalah buntut dari konflik terbaru di Timur Tengah, yang dipicu serangan gabungan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Selain melancarkan serangan balasan, Iran kini mengendalikan jalur utama pengiriman minyak dan gas dari negara-negara Teluk ke pasar global itu.

Penutupan Selat Hormuz telah memengaruhi ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut, hingga memicu kenaikan harga energi global.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore