Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 Maret 2026, 01.51 WIB

Rusia Luncurkan Satelit Internet Perdana Rassvet, Buka Front Baru Rivalitas Global Lawan Starlink Elon Musk

Peluncuran satelit Rassvet menandai langkah Rusia menantang dominasi Starlink milik Elon Musk di internet orbit rendah global. (The Moscow Times) - Image

Peluncuran satelit Rassvet menandai langkah Rusia menantang dominasi Starlink milik Elon Musk di internet orbit rendah global. (The Moscow Times)

JawaPos.com — Rusia memulai langkah strategis dalam perebutan infrastruktur internet global dengan meluncurkan tahap awal konstelasi satelit orbit rendah Rassvet, sebuah proyek yang secara langsung diposisikan untuk menyaingi dominasi Starlink milik Elon Musk. Manuver ini menandai pergeseran penting, dari sekadar kompetisi teknologi menjadi kontestasi geopolitik di ruang angkasa.

Dalam kerangka strategi tersebut, proyek Rassvet dikembangkan oleh perusahaan kedirgantaraan swasta Bureau 1440 dengan dukungan negara, mencerminkan pendekatan hibrida antara kekuatan industri dan kepentingan strategis nasional. Dengan demikian, Rusia tidak hanya membangun jaringan internet, tetapi juga berupaya mengurangi ketergantungan pada infrastruktur digital yang selama ini didominasi aktor asing.

Dilansir dari The Moscow Times, Rabu (25/3/2026), perusahaan tersebut menyatakan bahwa “16 satelit telah diluncurkan ke luar angkasa pada Senin malam,” sebagai tahap awal pembentukan konstelasi berskala besar. Peluncuran ini semula direncanakan pada akhir tahun lalu, namun mengalami penundaan hingga akhirnya terealisasi pada Maret 2026.

Selanjutnya, Bureau 1440 menegaskan bahwa satelit yang telah diluncurkan “akan menjalani pemeriksaan sistem sebelum berpindah ke posisi orbit targetnya.” Proses ini menjadi tahapan krusial untuk memastikan keandalan sistem sebelum jaringan difungsikan secara komersial dan luas.

Lebih jauh, Rassvet dirancang untuk menyediakan layanan internet pita lebar di seluruh wilayah Rusia, termasuk kawasan terpencil yang belum terjangkau infrastruktur darat. Dengan demikian, proyek ini tidak hanya bersifat kompetitif secara global, tetapi juga memiliki dimensi domestik dalam memperluas akses digital nasional.

Alexei Shelobkov, pimpinan ICS Holding selaku perusahaan induk Bureau 1440, menegaskan arah ekspansi berikutnya. Dia menyatakan, “Tahap berikutnya dari penyebaran Rassvet akan melibatkan puluhan peluncuran tambahan,” sebagaimana dikutip dari Kommersant. Pernyataan ini menunjukkan bahwa peluncuran awal hanyalah fondasi dari agenda yang jauh lebih ambisius.

Di sisi lain, Kepala Roscosmos Dmitry Bakanov sebelumnya mengungkapkan bahwa lebih dari 900 satelit orbit rendah direncanakan akan ditempatkan hingga 2035. Dia juga menyebutkan bahwa operasi komersial awal, yang melibatkan lebih dari 250 satelit, ditargetkan mulai berjalan pada tahun depan.

Namun demikian, skala proyek ini masih tertinggal dibandingkan Starlink yang dioperasikan oleh SpaceX, yang telah menempatkan lebih dari 7.000 satelit sejak 2019. Kesenjangan ini menegaskan bahwa Rusia menghadapi tantangan besar untuk mengejar dominasi yang telah lebih dahulu terbentuk.

Dari aspek pendanaan, pemerintah Rusia telah mengalokasikan 102,8 miliar rubel, setara sekitar Rp 21,6 triliun (dengan kurs Rp 210,1 per rubel Rusia), untuk pengembangan proyek ini. Sementara itu, Bureau 1440 berencana menginvestasikan tambahan 329 miliar rubel atau sekitar Rp 69,1 triliun hingga 2030 guna mempercepat realisasi jaringan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore