Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 Maret 2026, 18.45 WIB

Trump Klaim Perang Iran Telah Dimenangkan, Sebut Teheran Bakal Buat Kesepakatan: ‘Tidak Akan Ada Senjata Nuklir’

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: (Gulf News) - Image

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: (Gulf News)

JawaPos.com — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa konflik terkait Iran telah mencapai titik kemenangan bagi pihaknya, sembari menegaskan bahwa Teheran kini berada di jalur menuju kesepakatan baru yang akan meniadakan ambisi senjata nuklir. Pernyataan ini mencerminkan eskalasi retorika sekaligus sinyal perubahan arah diplomasi di tengah tekanan militer yang intens.

Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump menekankan bahwa keberlanjutan konflik tidak lagi relevan. Ia menyebut, “Perang ini telah dimenangkan. Satu-satunya pihak yang ingin terus memperpanjangnya adalah berita palsu.” Pernyataan tersebut memperlihatkan upaya Gedung Putih mengendalikan narasi publik terkait dinamika konflik yang kompleks.

Melansir Gulf News, Rabu (25/3/2026), Trump juga mengklaim adanya kemajuan signifikan dalam proses negosiasi dengan pihak Iran. Ia mengatakan, “Iran akan membuat kesepakatan. Kepemimpinan baru memberi kami semacam ‘hadiah’ yang menunjukkan bahwa kami berurusan dengan pihak yang tepat.” Namun, ia tidak mengungkap identitas tokoh atau kelompok di Iran yang kini terlibat dalam komunikasi tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat menghadiri upacara pelantikan Menteri Keamanan Dalam Negeri baru, Markwayne Mullin, di Oval Office, Washington DC. Momen tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk menegaskan posisi tawar Amerika Serikat dalam proses diplomasi yang sedang berlangsung.

Lebih lanjut, Trump menegaskan bahwa isu utama dalam negosiasi adalah penghentian program senjata nuklir Iran. Ia menyatakan secara tegas, “Tidak akan ada senjata nuklir. Iran telah menyetujui hal itu. Kami berada dalam posisi tawar yang kuat.” Pernyataan ini menjadi indikasi bahwa Washington melihat tekanan militer sebagai alat efektif untuk memaksa konsesi strategis.

Ia juga menambahkan bahwa proses negosiasi berlangsung lebih cepat dari perkiraan. “Kami bahkan sudah lebih maju dari target waktu yang ditetapkan. Mereka tidak memiliki angkatan laut, angkatan udara, atau sistem pertahanan rudal. Sebagian besar peluncuran mereka telah kami hancurkan,” ujar Trump, menggambarkan kondisi militer Iran yang menurutnya telah melemah secara signifikan.

Dalam konteks tersebut, Trump mengonfirmasi bahwa pembicaraan langsung dengan perwakilan Iran sedang berlangsung. Ia menyebut, “Kami sedang bernegosiasi sekarang. Iran ingin membuat kesepakatan—dan siapa yang tidak, jika berada dalam posisi mereka? Hampir semua yang mereka miliki telah hilang.” 

Sejalan dengan itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menggambarkan dampak operasi militer Amerika dengan nada yang jauh lebih keras. Ia menyatakan, “Belum pernah ada militer modern yang dilumpuhkan dan dihancurkan sedemikian cepat dalam skala yang begitu menentukan sejak hari pertama, dengan kekuatan tembakan yang luar biasa.” Pernyataan tersebut menegaskan intensitas serangan yang diklaim Washington sebagai faktor kunci dalam menekan Iran.

Lebih lanjut, Hegseth secara eksplisit mengaitkan operasi militer dengan jalannya negosiasi. Ia mengatakan, “Kami juga bagian dari proses negosiasi ini. Kami bernegosiasi dengan bom. Saat kami terus berada di atas Teheran, Iran dihadapkan pada pilihan atas masa depannya.” Keterangan Hegseth ini mencerminkan penggunaan tekanan militer sebagai instrumen diplomasi koersif.

Namun demikian, sejumlah analis menilai bahwa klaim kemenangan yang disampaikan Trump masih memerlukan verifikasi independen. Mereka menyoroti bahwa situasi di lapangan sering kali lebih kompleks dibandingkan narasi politik yang disampaikan di Washington.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore