![Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik, di Busan, Korea Selatan, pada Oktober 2025 [Evelyn Hockstein/Reuters]. - Image](https://cdn-assets.jawapos.com/images/1/2026/03/24/presiden-as-donald-trump-dan-presiden-tiongkok-xi-jinping-pada-ktt-kerjasama-ekonomi-asia-pasifik-di-busan-korea-selatan-pada-oktober-2025-evelyn-hocksteinreuters-kDk07.webp)
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik, di Busan, Korea Selatan, pada Oktober 2025 [Evelyn Hockstein/Reuters].
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, memutuskan menunda rencana pertemuannya dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, seiring eskalasi perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang kini memasuki pekan ketiga.
Trump menyebut keputusan ini diambil karena fokus pemerintahannya saat ini tersedot penuh oleh konflik yang terus memanas, terutama dampaknya terhadap jalur perdagangan global.
“Kami menjadwalkan ulang pertemuan itu. Kami tetap berkoordinasi dengan Tiongkok, dan mereka tidak keberatan,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
“Karena perang ini, saya harus berada di sini.”
Awalnya, Trump dijadwalkan melakukan kunjungan ke Beijing pada 31 Maret hingga 2 April 2026. Namun kini, rencana tersebut diundur sekitar lima pekan, atau diperkirakan berlangsung pada akhir April.
Melansir Al-Jazeera, penundaan ini tak lepas dari situasi di Selat Hormuz yang masih tertutup akibat konflik. Jalur tersebut merupakan urat nadi perdagangan global dan distribusi minyak dunia.
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran membuat pasokan energi terganggu dan harga minyak dunia berfluktuasi tajam. Trump bahkan secara terbuka berharap Tiongkok ikut berperan menekan Iran agar membuka kembali jalur strategis tersebut.
“Tiongkok termasuk negara yang seharusnya mendorong Tehran membuka kembali Selat Hormuz,” kata Trump dalam wawancara dengan Financial Times.
Pemerintah Tiongkok memastikan komunikasi dengan AS tetap berjalan terkait penjadwalan ulang ini. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyebut Beijing memahami alasan di balik keputusan Trump.
“Tiongkok memahami alasan Presiden melakukan penundaan,” ujarnya.
“Kami sedang mengatur jadwal baru secepat mungkin.”
