Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Maret 2026, 17.25 WIB

Tiongkok: Pembunuhan Para Pemimpin dan Warga Sipil Iran oleh Israel Tak dapat Diterima!

Bendera nasional Tiongkok berkibar di depan kantor pemerintahan di Beijing (Reuters) - Image

Bendera nasional Tiongkok berkibar di depan kantor pemerintahan di Beijing (Reuters)

JawaPos.com - Pemerintah Tiongkok mengecam keras pembunuhan para pemimpin Iran maupun serangan terhadap warga sipil oleh Israel. Hal ini karena dinilai meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan terkait dengan tewasnya Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran Ali Larijani dalam sebuah serangan pada Selasa (17/3) bersama putranya, Morteza Larijani; deputi urusan keamanan di sekretariat dewan tersebut, Alireza Bayat; serta beberapa orang lainnya.

"Tiongkok terkejut mendengar kabar tersebut. Pembunuhan terhadap para pemimpin Iran serta serangan terhadap sasaran sipil sama sekali tidak dapat diterima," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, dilansir dari Antara, Jumat (20/3).

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel telah menewaskan Larijani dalam serangan yang sedang berlangsung terhadap Iran.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran pada Selasa mengonfirmasi kematian Gholamreza Soleimani, komandan pasukan sukarelawan Basij, dalam serangan Amerika Serikat (AS)-Israel.

"Di tengah berkecamuknya konflik di Timur Tengah, di mana ketegangan terus meningkat dan meluas, komunitas internasional secara luas menyerukan adanya gencatan senjata sesegera mungkin dan penghentian permusuhan. Kami mendesak pihak-pihak yang berkonflik untuk segera menghentikan operasi militer dan mencegah kawasan tersebut terjerumus ke dalam kekacauan," kata Lin Jian.

Lin Jian menyebut saat ini Utusan Khusus pemerintah China untuk Timur Tengah Zhai Jun mengunjungi sejumlah negara di Timur Tengah untuk membantu meredakan situasi dan mewujudkan perdamaian.

Zhai Jun disebut bertemu dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Mesir, serta para Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Liga Arab. Ia juga melakukan percakapan telepon dengan Menteri Negara di Kementerian Luar Negeri Qatar guna bertukar pandangan secara mendalam mengenai situasi regional.

"Selama kunjungan tersebut, Utusan Khusus Zhai Jun memaparkan posisi China terkait situasi terkini, serta menegaskan bahwa gencatan senjata dan penghentian permusuhan merupakan solusi mendasar," tambah Lin Jian.

Zhai Jun meminta pihak-pihak yang berkonflik untuk segera menghentikan operasi militer dan mencegah situasi tersebut berubah menjadi kekacauan total serta menyerukan adanya dialog dan negosiasi, penyelesaian perbedaan melalui jalur politik dan diplomatik.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore