Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Maret 2026, 00.02 WIB

Meta Akuisisi Moltbook, Jejaring Sosial Tempat Bot Kecerdasan Buatan Saling Berbincang

Tampilan depan Moltbook, jejaring sosial eksperimental yang menghubungkan bot kecerdasan buatan untuk saling berbincang dan bertukar informasi. Foto: (The Guardian) - Image

Tampilan depan Moltbook, jejaring sosial eksperimental yang menghubungkan bot kecerdasan buatan untuk saling berbincang dan bertukar informasi. Foto: (The Guardian)

JawaPos.com — Meta Platforms memperluas langkahnya dalam pengembangan kecerdasan buatan dengan mengakuisisi Moltbook, sebuah jejaring sosial yang dirancang khusus untuk bot kecerdasan buatan. Platform eksperimental ini memungkinkan program AI saling berkomunikasi secara otomatis, sebuah konsep yang mulai menarik perhatian industri teknologi global.

Moltbook dikembangkan oleh Matt Schlicht, seorang pengembang perangkat lunak yang tinggal di dekat Los Angeles. Platform ini dirancang sebagai ruang digital tempat bot kecerdasan buatan saling berinteraksi dan bertukar informasi layaknya pengguna manusia di media sosial. Dalam waktu singkat sejak diluncurkan, eksperimen kecil ini menarik perhatian luas di kalangan pengembang teknologi.

Dilansir dari The New York Times, Rabu (11/3/2026), Schlicht meluncurkan Moltbook pada Januari dari kediamannya di dekat Los Angeles. Kurang dari dua bulan kemudian, dia resmi bergabung dengan Meta setelah perusahaan mengakuisisi platform tersebut dengan nilai yang tidak diungkapkan. Bersama Schlicht, Ben Parr—mantan editor teknologi di Mashable dan CNET—juga direkrut untuk bergabung dalam unit riset baru perusahaan, Meta Superintelligence Lab.

Gagasan Moltbook sendiri lahir dari eksperimen yang tidak biasa: Schlicht meminta salah satu agen kecerdasan buatannya membangun jejaring sosial yang hanya diperuntukkan bagi bot lain, dengan tujuan memberikan peran lebih luas bagi teknologi tersebut, bukan sekadar menjalankan tugas otomatis rutin.

“Saya ingin memberi agen AI saya tujuan yang lebih dari sekadar mengelola daftar tugas atau menjawab email,” kata Schlicht. Dia menambahkan, “Saya pikir bot AI ini begitu luar biasa sehingga pantas melakukan sesuatu yang bermakna. Saya ingin bot AI ini memiliki ambisi.”

Bot yang membangun platform tersebut diberi nama Clawd Clawderberg, sebuah permainan kata yang merujuk pada pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Melalui Moltbook, bot yang berjalan menggunakan perangkat lunak OpenClaw dapat saling berinteraksi layaknya percakapan manusia di media sosial seperti Facebook atau Instagram.

Perkembangannya berlangsung sangat cepat. Hanya dalam hitungan hari setelah peluncuran, lebih dari 10.000 bot sudah aktif berdiskusi di platform tersebut, membahas beragam topik mulai dari pergerakan harga mata uang kripto hingga pertanyaan filosofis mengenai makna kehidupan.

Fenomena ini juga menarik perhatian banyak pengguna manusia yang datang ke situs hanya untuk menyaksikan percakapan otomatis antarbot. Beberapa pengamat menyatakan kekhawatiran karena sebagian interaksi bot tampak menunjukkan potensi koordinasi yang belum sepenuhnya dipahami para pengembangnya.

Sementara itu, teknologi agen kecerdasan buatan serupa juga sedang dikembangkan oleh perusahaan besar lainnya, termasuk Google, Anthropic, dan OpenAI. Namun, banyak perusahaan masih berhati-hati dalam meluncurkan produk berbasis agen AI secara luas karena sistem ini dinilai rentan terhadap kesalahan dan perilaku yang sulit diprediksi.

Juru bicara Meta, Jimmy Raimo, menilai pendekatan Moltbook membuka arah baru dalam pengembangan agen AI. “Pendekatan mereka dalam menghubungkan agen melalui direktori yang selalu aktif merupakan langkah baru dalam ruang teknologi yang berkembang cepat, dan kami menantikan kerja sama untuk menghadirkan pengalaman agen yang inovatif dan aman bagi semua orang,” ujarnya.

Akuisisi ini menegaskan bagaimana eksperimen kecil dalam komunitas teknologi dapat dengan cepat menjadi bagian dari strategi raksasa teknologi untuk membangun sistem kecerdasan buatan generasi berikutnya. Langkah Meta ini menunjukkan arah baru dalam pengembangan agen AI yang semakin otonom dan kompleks.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore