Logo JawaPos
Author avatar - Image
01 April 2026, 05.13 WIB

Takut Diganti AI? Kuasai 3 Keterampilan Abadi yang Bikin Kamu selalu Dicari Perusahaan

Ilustrasi Artificial intelligence (AI). (www.istockphoto.com) - Image

Ilustrasi Artificial intelligence (AI). (www.istockphoto.com)

JawaPos.com - Di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pasar kerja yang makin tidak menentu, banyak dari kita merasa cemas. Keterampilan apa yang sebenarnya harus dipelajari agar tetap relevan dalam sepuluh tahun ke depan? Bahasa pemrograman mulai diambil alih AI, dan kemampuan bahasa asing kini terbantu oleh perangkat lunak penerjemah instan.

Dunia kerja memang tidak bisa diprediksi, mulai dari gejolak politik hingga krisis demografi. Namun, di balik ketidakpastian tersebut, ada beberapa kemampuan dasar yang sering kali luput dari perhatian, padahal menjadi penentu kesuksesan jangka panjang.

Berdasarkan pengamatan mendalam terhadap berbagai kelompok, mulai dari pelajar hingga profesional, terdapat pola tertentu yang menjadi prediktor keberhasilan. Orang-orang yang memiliki "keterampilan abadi" ini cenderung lebih mudah dipekerjakan dan mampu bertahan dalam kondisi apa pun.

Dilansir dari YourTango, memperkuat kemampuan ini tidaklah rumit, cepat, dan gratis, namun dampaknya luar biasa bagi kehidupan sehari-hari di kantor maupun di rumah. Berikut adalah tiga keterampilan abadi yang wajib Anda kuasai.

1. Jago Menemukan Informasi yang Akurat

Di era saat ini, kita justru sedang dibanjiri oleh informasi. Namun, ironisnya, semakin sedikit orang yang benar-benar pandai menemukan apa yang mereka butuhkan. Mengandalkan AI seperti ChatGPT untuk pertanyaan kompleks sering kali hanya menghasilkan ringkasan yang dangkal atau bahkan tidak akurat.

Sering kali, "pengetahuan latar belakang" inilah yang membuat perbedaan antara sekadar memperbaiki masalah di tempat kerja dan memahami dari mana masalah itu berasal serta bagaimana mencegahnya terjadi lagi. Tanpa kemampuan riset mandiri, seseorang akan terus bergantung pada instruksi spesifik dan gagal mengatasi kekacauan sehari-hari.

Kemandirian dalam mencari solusi adalah aset mahal. Saat seseorang menemui jalan buntu, naluri pertamanya seharusnya bukan menyerah dan meminta bantuan, melainkan mencari jalan keluar secara mandiri. Pelajari cara memecahkan masalah sendiri, dan Anda akan siap menghadapi tantangan baru yang tidak dapat dipersiapkan secara spesifik saat ini.

Untuk menguasai ini, biasakan memeriksa sumber saat menggunakan AI. Mintalah AI melaporkan sumbernya, lalu verifikasi sendiri. Dengan begitu, Anda terhindar dari disinformasi dan "halusinasi" AI, sekaligus memperdalam pemahaman tentang topik yang sedang Anda kerjakan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore