
Rudal Khorramshahr-4 milik Iran mampu menyebarkan bom saat diluncurkan. (Iranian Defence Ministry).
JawaPos.com-Serangan rudal Iran ke Israel kini memasuki fase lebih serius. Gelombang serangan terbaru pada Kamis (5/3) malam atau Jumat dini hari (6/3) terjadi. Teheran diduga menggunakan senjata balistik terberatnya, Khorramshahr-4, untuk menyerang pusat Tel Aviv.
Foto dan video yang direkam warga menunjukkan pola kerusakan luas di beberapa titik pusat Israel. Ini indikasi kuat penggunaan rudal dengan hulu ledak cluster munition yang bawa bom kecil.
Sedikitnya tiga lokasi di ibu kota Iran, Tel Aviv dan sekitarnya dilaporkan mengalami kebakaran dan kerusakan setelah ledakan mengguncang kota. Serangan tersebut terjadi saat konflik Iran dan koalisi Amerika Serikat–Israel memasuki hari keenam.
Rudal Berat Iran Diduga telah Digunakan
Pengamat militer yang memantau serangan menyebut pola dampak ledakan di Israel tengah khas rudal Khorramshahr-4. Senjata ini dikenal bisa menyebarkan banyak submunisi dalam satu serangan.
Mengutip Turkiye Today, citra kerusakan yang beredar menunjukkan titik ledakan kecil tersebar di area luas. Ini ciri utama hulu ledak cluster yang meledak di udara lalu jatuhkan puluhan bom kecil.
Iran Klaim Target Bandara Internasional Israel
Pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) konfirmasi peluncuran rudal sebagai bagian dari gelombang serangan ke-19 dalam operasi bernama 'True Promise Operation'.
Menurut pernyataan IRGC, rudal Khorramshahr-4 dengan hulu ledak sekitar 1.000 kilogram diarahkan ke beberapa target strategis. Target tersebut meliputi pusat Tel Aviv, Bandara Ben Gurion dan pangkalan udara militer.
Namun militer Israel, Israel Defense Forces (IDF), bantah klaim itu. Mereka menyatakan seluruh rudal balistik Iran yang diluncurkan malam hari berhasil dicegat sistem pertahanan udara.
Sementara satu rudal yang jatuh pagi hari hanya hantam area terbuka di Israel tengah. Militer Israel juga tolak klaim IRGC soal target 'Skuadron ke-27'. Mereka sebut unit itu tidak ada dalam struktur angkatan udara Israel.
