
Ilustrasi rudal dan drone kiriman Iran ke negara-negara teluk. (Hindustan Times)
JawaPos.com - Uni Emirat Arab (UEA) mengklaim berhasil menunjukkan kekebalan sistem pertahanan udaranya dengan berhasil mencegat empat rudal balistik dan 25 drone (UAV) yang diluncurkan dari Iran pada Minggu (22/3) kemarin.
Kementerian Pertahanan UEA menyebutkan, serangan tersebut merupakan bagian dari apa yang mereka sebut sebagai 'agresi terang-terangan' Iran yang terus berlanjut dalam beberapa waktu terakhir.
Meski intensitas serangan meningkat, sistem pertahanan udara negara itu dinilai mampu merespons secara efektif.
Melansir Gulf News, secara kumulatif sejak awal konflik, pertahanan udara UEA telah berhasil mencegat total 345 rudal balistik, 15 rudal jelajah, serta 1.773 drone yang diluncurkan dari Iran.
Angka ini menunjukkan skala ancaman yang dihadapi sekaligus efektivitas sistem pertahanan berlapis yang dimiliki negara Teluk tersebut.
Namun, serangan tersebut tetap menimbulkan korban jiwa. Dua anggota angkatan bersenjata UEA dilaporkan gugur saat menjalankan tugas.
Selain itu, enam warga sipil dari berbagai negara, Pakistan, Nepal, Bangladesh, dan Palestina, juga dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.
Tidak hanya itu, total 160 orang mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang beragam, mulai dari ringan hingga serius.
Para korban luka berasal dari berbagai negara, termasuk UEA, Mesir, Sudan, Ethiopia, Filipina, Pakistan, Iran, India, Bangladesh, Sri Lanka, Azerbaijan, Yaman, Uganda, Eritrea, Lebanon, Afghanistan, Bahrain, Komoro, Turki, Irak, Nepal, Nigeria, Oman, Yordania, Palestina, Ghana, Indonesia, Swedia, hingga Tunisia.
