
Prajurit TNI terlibat dalam penanganan pascabencana gempa bumi di Sulut pada Kamis (4/2). (TNI)
JawaPos.com-Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan yang jelas. Indonesia sebagai negara yang berada di kawasan cincin api Pasifik memiliki risiko gempa yang cukup tinggi.
Kondisi ini membuat setiap individu perlu memiliki pemahaman dasar terkait mitigasi gempa agar dapat meminimalkan risiko cedera maupun kerugian yang lebih besar.
Kesadaran akan langkah-langkah keselamatan saat gempa tidak hanya penting bagi masyarakat di wilayah rawan, tetapi juga bagi siapa saja yang tinggal di daerah perkotaan maupun pedesaan.
Banyak korban dalam peristiwa gempa justru disebabkan oleh kepanikan dan kurangnya pengetahuan tentang apa yang harus dilakukan saat situasi darurat terjadi.
Selain itu, persiapan sebelum gempa juga menjadi faktor penting yang sering diabaikan. Mulai dari memastikan struktur bangunan aman hingga menyiapkan perlengkapan darurat, semua hal ini dapat membantu meningkatkan peluang keselamatan.
Dengan memahami prosedur yang tepat, masyarakat dapat bertindak lebih tenang dan terarah saat gempa terjadi. Dilansir dari BMKG dan Pusat Krisis Kementerian Kesehatan, berikut langkah-langkah mitigasi gempa bumi yang perlu diketahui.
1. Kenali Risiko Lingkungan dan Potensi Bahaya
Langkah awal mitigasi adalah memahami kondisi lingkungan tempat tinggal atau bekerja. Pastikan bangunan berada di area aman dari longsor, likuefaksi, atau potensi tsunami.
