Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 April 2026, 05.36 WIB

Gempa Bumi Sulut Sebabkan Kerusakan Rumah Sakit di Manado, 40 Pasien Dievakuasi

Gempa Sulut. (Istimewa) - Image

Gempa Sulut. (Istimewa)

JawaPos.com - Dalam rapat koordinasi (rakor) penanggulangan bencana alam gempa bumi di Sulawesi Utara (Sulut) hari ini (4/2), Pemerintah Pusat mendapat laporan sejumlah kerusakan. Termasuk diantaranya kerusakan rumah sakit di Manado. Dari laporan itu diketahui ada 40 pasien yang harus dievakuasi pasca gempa berkekuatan 7,6 skala richter mengguncang pagi tadi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyampaikan hal itu melalui keterangan yang disampaikan kepada awak media. Dia menyatakan bahwa laporan dari Korem 131/Santiago menyebutkan telah terjadi kerusakan pada salah satu rumah sakit di Manado.

”Meliputi pecahnya kaca ruang ICU dan runtuhnya tembok. Sebanyak 40 pasien telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman akibat trauma,” kata Abdul Muhari.

Tidak di Sulut, laporan dampak gempa bumi juga datang dari otoritas di wilayah Maluku Utara (Malut). Abdul Muhari mengungkapkan bahwa gempa bumi pagi tadi menyebabkan kerusakan signifikan di Malut. Laporan menyebut ada 5 rumah rusak berat di Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate. Di lokasi yang sama sebanyak 18 rumah rusak ringan dan 4 gereja rusak dengan kerusakan berbeda-beda.

”Di Kota Tidore Kepulauan, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, melaporkan kerusakan rumah warga di beberapa kecamatan serta fasilitas Pelabuhan Speedboat di Tidore Utara. Ribuan warga di Kecamatan Jailolo dan Kecamatan Ibu (Halmahera Barat) dilaporkan masih mengungsi,” terang dia.

Dalam rapat yang sama, Abdul Muhari mengungkapkan bahwa Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno telah memerintahkan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto untuk segera bertolak ke lokasi terdampak bencana. Tujuannya untuk memimpin penanganan darurat serta memastikan dukungan Dana Siap Pakai (DSP) bagi pemerintah daerah.

Karena itu, BNPB mendorong agar pemerintah daerah segera menetapkan Status Tanggap Darurat sebagai prasyarat penyaluran DSP dan bantuan logistik secara akuntabel. Selain itu, BNPB juga menginstruksikan aktivasi Posko Tanggap Darurat untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan pakaian bagi para pengungsi.

”Sebagai tindak lanjut konkret dari seluruh langkah tersebut, pemerintah pusat segera mengerahkan tim gabungan ke lokasi terdampak. Tim yang dipimpin oleh kepala BNPB bersama kepala Basarnas serta jajaran BMKG dijadwalkan berangkat menuju Sulawesi Utara dan Maluku Utara,” jelasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore