
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, meninjau kesiapan mitra pelayanan kesehatan haji di Makkah, Arab Saudi, pada Minggu (29/3).
JawaPos.com - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, meninjau kesiapan mitra pelayanan kesehatan haji di Makkah, Arab Saudi, pada Minggu (29/3). Langkah ini dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia berjalan optimal.
Dalam kunjungannya, Dahnil mendatangi Saudi German Hospital yang akan berkolaborasi dengan Pusat Kesehatan Haji dan para petugas kesehatan haji Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat pelayanan medis bagi jamaah selama pelaksanaan ibadah haji.
Dahnil menegaskan, isu kesehatan masih menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan haji setiap tahun. Hal ini tidak terlepas dari tingginya jumlah jemaah lanjut usia serta mereka yang masuk kategori risiko kesehatan tinggi.
"Isu kesehatan haji adalah isu utama dari tahun ke tahun, mengingat sekitar 25 persen jamaah haji Indonesia merupakan lansia dan sekitar 177 ribu lainnya masuk kategori risiko tinggi. Karena itu, model pelayanan kesehatan harus banyak berubah," kata Dahnil dalam keterangannya, Senin (30/3).
Sebagai langkah konkret, pemerintah akan memaksimalkan keberadaan klinik satelit di setiap sektor layanan. Selain itu, mobile clinic juga akan dihadirkan di wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) guna memperkuat pelayanan serta pengawasan kesehatan jamaah.
“Kami akan memaksimalkan klinik satelit dan mobile clinic di Armuzna untuk melayani serta mengawasi kesehatan jamaah secara lebih optimal,” ujarnya.
Penguatan layanan kesehatan juga akan dilakukan di dalam negeri. Pemerintah berencana menyediakan klinik permanen di asrama haji yang beroperasi sepanjang tahun, termasuk untuk melayani jamaah umrah. Upaya ini juga akan diperkuat melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Arab Saudi.
"Kedepan, asrama haji akan dilengkapi klinik permanen agar pelayanan kesehatan dapat berjalan sepanjang tahun, baik untuk haji maupun umrah," pungkas Dahnil.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas perlindungan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia, sehingga mereka dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan sehat.
