Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Maret 2026, 02.35 WIB

Harga Minyak Dunia Naik, Kompor Listrik jadi Salah Satu Cara Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengecek pangkalan LPG 3 kg di Palmerah, Jakarta, Selasa (4/2/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengecek pangkalan LPG 3 kg di Palmerah, Jakarta, Selasa (4/2/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak masyarakat agar lebih bijak menggunakan energi, baik untuk transportasi maupun rumah tangga. Salah satu cara paling sederhana adalah dengan langsung mematikan kompor gas sesaat setelah masakan matang.

"Kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah masak jangan kompornya boros (dibiarkan nyala lama)," katanya dalam konferensi pers di Colomadu, disiarkan daring, Kamis (26/3). "Saya memohon, menyarankan agar ayo kita harus memakai energi dengan bijak," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil pun menyebutkan bahwa kompor listrik bisa menjadi alternatif bagi masyarakat di tengah isu melonjaknya harga minyak global. Sejumlah masyarakat pun menilai pemanas elektrik jadi solusi nyata bagi rumah tangga di tengah tantangan lonjakan harga energi dunia.

"Dari sisi operasional, saya mencatat kenaikan tagihan listriknya hanya sekitar Rp 30.000 per bulan," ungkap salah seorang warga, Andi Arif.

Andi menjelaskan bahwa investasi awal kompor listrik jauh lebih ekonomis karena selain harga gas yang fluktuatif, pengguna juga tidak lagi terbebani biaya pembelian tabung gas baru. Senada dengan hal tersebut, pelaku UMKM katering rumahan, Siti Sarah, 45, merasakan langsung dampak positif peralihan ke kompor listrik terhadap efisiensi usahanya.

Menurutnya, penggunaan kompor induksi membuat biaya produksi jauh lebih hemat sehingga keuntungan atau cuan yang didapat dari setiap pesanan menjadi lebih maksimal dibandingkan saat masih menggunakan LPG. "Sejak pakai kompor listrik, pengeluaran untuk energi masak jadi lebih stabil dan murah, sisa uangnya bisa buat tambahan modal bahan baku. Masaknya juga lebih cepat dan bersih, saya jadi lebih produktif terima banyak pesanan tiap hari," ujar Siti.

Pengguna lainnya, Hevy Prasmawati, 31, seorang ibu rumah tangga, turut merasakan keunggulan kompor listrik yang menghadirkan panas lebih stabil dan merata pada masakan. Hasil masakan pun menjadi lebih presisi.

Selain itu, Hevy juga mengapresiasi fitur pintar seperti mode otomatis untuk menggoreng hingga mengukus, yang memberikan kemudahan sekaligus rasa aman lebih bagi penghuni rumah.

Hevy menambahkan bahwa penggunaan alat masak berbahan komposit yang dirancang khusus untuk induksi menjadi kunci utama untuk mendapatkan hasil maksimal. Meski perangkat ini memiliki daya sekitar 1.300 watt, penggunaan alat masak yang tepat justru mempercepat proses pematangan sehingga konsumsi daya tetap terkendali secara efektif.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore