Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 November 2025, 04.44 WIB

Menko Airlangga Lapor ke Prabowo soal Proyeksi Ekonomi RI 2026, Apa Katanya?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Nurul Fitriana/JawaPos.com) - Image

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai proyeksi kondisi ekonomi nasional tahun 2026. Ia mengaku ekonomi RI tahun depan akan lebih baik dari tahun ini. 

Menurutnya, berbagai indikator fundamental menunjukkan tren positif sehingga optimisme bahwa ekonomi tahun depan akan lebih baik. Airlangga juga menyebut bahwa konsumsi masyarakat terus menunjukkan perbaikan. 

“Peningkatan konsumsi masyarakat menurut Mandiri Spending Index itu indeksnya di angka 312 di bulan November ini. Ini basis angkanya di threshold-nya di 300,” ujar Airlangga dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 di Jakarta, Jumat (28/11) malam. 

Selain konsumsi, Airlangga juga menyampaikan bahwa kenaikan investasi juga menjadi pendorong utama optimisme. Kemudian peningkatan investasi dari Januari sampai September juga telah tercatat hingga Rp1.434 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara year-on-year. 

Airlangga percaya bahwa tentunya ke depan peran investasi Danantara akan mulai terasa. Ia juga menyoroti soal percepatan realisasi belanja pemerintah yang hingga 24 November, belanja Kementerian/Lembaga tercatat mencapai Rp1.109 triliun. 

Sementara program prioritas Presiden telah mencapai Rp213 triliun. Dari sisi moneter, kebijakan Bank Indonesia turut memperkuat momentum ekonomi. 

“Sepanjang tahun 2025 Bank Indonesia telah memotong 125 basis point sehingga BI Rate turun menjadi 4,75 persen dan ini yang mendorong kredit usaha dan belanja,” beber Airlangga. 

Tak hanya itu, inflasi yang terjaga sebesar 2,86 persen secara YoY juga menjadi katalis positif dan terkendali dalam rentang sasaran target nasional dan hal ini dipengaruhi oleh konsistensi kebijakan Suku Bunga BI dan dorongan insentif fiskal pemerintah dalam melakukan ekspektasi inflasi. 

Dengan rangkaian indikator tersebut, Airlangga menilai bahwa hampir seluruh risiko pertumbuhan pada 2026 sudah tertangani pada tahun ini. Itu sebabnya, kata Airlangga, Presiden Prabowo tak usah khawatir dengan ekonomi RI pada tahun mendatang, karena prospeknya akan lebih cerah. 

“Dengan indikator-indikator tersebut hampir seluruh resiko pertumbuhan di tahun 2026 sudah dikelola dan diserap di tahun ini. Jadi Pak Presiden, resiko yang akan muncul seluruhnya sudah price in sudah masuk di dalam tingkat suku bunga dan harga-harga, termasuk rupiah di tahun ini,” jelas Airlangga. 

"Sehingga untuk tahun 2026 yang kita lihat adalah upside risk Pak Presiden. Dengan baseline di 5,4 persen, jadi kita berharap dan optimis tahun depan akan lebih baik dari tahun ini,” tutup Airlangga.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore