
Ilustrasi: E-Commerce (Envato Elements)
JawaPos.com - Momentum Ramadhan 2026 kembali mendorong peningkatan konsumsi domestik di Indonesia. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal-I ditopang oleh permintaan domestik, dengan konsumsi rumah tangga yang meningkat seiring momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), pencairan THR, belanja sosial pemerintah, dan berbagai insentif lainnya.
Sejalan dengan tren tersebut, Flip, platform keuangan digital terkemuka di Indonesia, mencatat peningkatan signifikan dalam aktivitas pengguna selama periode Ramadhan, khususnya melalui Flip Deals—fitur cashback yang terintegrasi dengan berbagai platform e-commerce terbesar di Indonesia.
Berdasarkan data internal Flip, selama Ramadhan jumlah pengguna harian yang bertransaksi meningkat sekitar 23 persen. Sementara total transaksi harian tumbuh sekitar 31 persen. Nilai transaksi harian juga naik sekitar 42 persen dibandingkan periode non-Ramadhan, mencerminkan meningkatnya aktivitas belanja pengguna selama periode ini.
"Ramadhan selalu menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia untuk berbelanja dan memenuhi kebutuhan harian. Yang menarik, kami melihat pengguna semakin mengandalkan Flip untuk berbelanja secara lebih hemat melalui Flip Deals," ujar Winardi Cristian, Head of Marketing Flip, Senin (30/3).
Selama periode Ramadhan, tiga kategori dengan transaksi tertinggi di Flip Deals adalah produk kecantikan, FMCG, dan elektronik. Hal ini sesuai dengan Indeks Penjualan Riil Februari 2026 yang diperkirakan tumbuh 6,9 persen secara tahunan dan naik 4,4 persen secara bulanan, didorong oleh peningkatan penjualan di berbagai kelompok barang, seperti perlengkapan rumah tangga, sandang, hingga aksesori.
Selain kategori ritel, peningkatan aktivitas juga terlihat pada kebutuhan lifestyle lain. Safaraya, platform marketplace perjalanan umrah dalam ekosistem Flip, mencatat peningkatan minat sebesar 21 persen selama Ramadhan dibandingkan periode non-Ramadhan. Hal ini menunjukkan bahwa momentum Ramadhan mendorong spektrum belanja yang lebih luas—dari kebutuhan harian hingga pengeluaran yang lebih aspiratif.
"Kedepan, kami melihat peran Flip akan semakin luas. Dari awalnya dikenal sebagai layanan transfer antar bank gratis, kini kami terus berkembang untuk menjawab kebutuhan pengguna dalam mengelola keuangan sehari-hari—mulai dari mengirim uang, berbelanja, hingga menabung dan investasi," tambah Winardi.
