Ilustrasi belanja online. (ITRC)
JawaPos.com–Memasuki Ramadhan, pola belanja masyarakat cenderung meningkat. Kebutuhan bahan pokok, suplemen kesehatan, hingga busana Lebaran biasanya masuk dalam daftar belanja.
Di saat yang sama, berbagai platform e-commerce berlomba menghadirkan promo besar yang dalam hal ini, jelas menjadi godaan tersendiri bagi masyarakat terutama yang senang belanja online. Tanpa perencanaan yang matang, kondisi ini berpotensi memicu belanja impulsif. Padahal, semangat Ramadhan identik dengan pengendalian diri dan hidup lebih sederhana.
Agar pengeluaran tetap terkontrol dan tidak mubazir, berikut sejumlah tips belanja online saat Ramadhan yang bisa kamu terapkan.
Langkah awal sebelum membuka aplikasi belanja adalah membuat daftar kebutuhan utama. Pisahkan antara kebutuhan pokok dan keinginan tambahan.
Kebutuhan prioritas selama Ramadhan umumnya meliputi stok bahan makanan untuk sahur dan berbuka, produk kesehatan untuk menjaga stamina, meperluan ibadah, anggaran berbagi seperti zakat, infak atau paket sembako. Dengan wishlist yang jelas, kamu lebih terlindungi dari godaan flash sale atau diskon besar yang sering muncul menjelang Lebaran.
Perubahan jam makan dan istirahat saat puasa membuat tubuh perlu adaptasi. Bila diperlukan, suplemen atau nutrisi tambahan bisa dipertimbangkan. Namun, tetap beli sesuai kebutuhan.
Jangan menimbun hanya karena promo. Begitu juga dengan bahan makanan, hitung estimasi konsumsi agar tidak berlebihan dan berakhir terbuang. Belanja bijak juga berarti meminimalkan food waste, sejalan dengan nilai kesederhanaan yang ditekankan di bulan Ramadhan.
Banyak orang lupa memisahkan anggaran rutin bulanan dengan pengeluaran musiman Ramadhan dan Lebaran. Idealnya, kamu membuat pos khusus untuk konsumsi sahur dan berbuka, kebutuhan mudik (jika ada), busana Lebaran, zakat dan sedekah dan hampers atau bingkisan.
Dengan batas anggaran yang jelas, kamu bisa memanfaatkan promo tanpa khawatir kondisi keuangan terganggu setelah Lebaran.
Beragam kampanye diskon kerap bermunculan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Salah satunya program Pay Day yang digelar sejumlah e-commerce, termasuk Blibli.
Head of Campaign Blibli Indra Perdana mengatakan, kebutuhan pelanggan selama Ramadhan biasanya lebih beragam dalam waktu bersamaan.
”Selama Ramadhan, pelanggan biasanya memiliki kebutuhan yang lebih beragam dalam waktu bersamaan. Melalui program Pay Day, kami ingin memastikan mereka dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan pengalaman belanja yang praktis dan nyaman,” ujar Indra Perdana di Jakarta.
Meski begitu, konsumen tetap perlu selektif. Promo akan benar-benar menguntungkan jika barang sudah masuk wishlist, harga setelah diskon memang kompetitif dan produk memiliki ulasan dan reputasi baik. Diskon besar tidak selalu berarti hemat jika barangnya tidak benar-benar dibutuhkan.
Ramadhan identik dengan semangat berbagi. Kini, pembelian paket sembako atau hampers secara online menjadi pilihan praktis.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
