Ilustrasi weton yang kaya raya. (Freepik)
JawaPos.com — Dalam tradisi Jawa kuno, kehidupan seseorang dipercaya berkaitan erat dengan perhitungan hari kelahiran atau weton.
Weton tidak hanya dipahami sebagai gabungan hari dan pasaran, tetapi juga dianggap mencerminkan energi yang memengaruhi perjalanan hidup seseorang. Dari perhitungan ini, berbagai aspek seperti rezeki, jodoh, hingga karakter diyakini dapat diperkirakan.
Salah satu sosok penting dalam kepercayaan tersebut adalah Dewi Sri, yang dikenal sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran. Ia dipercaya sebagai pelindung kehidupan, sehingga orang-orang yang berada dalam naungan energinya diyakini akan selalu dilimpahi rezeki.
Dalam primbon Jawa, terdapat sejumlah weton yang disebut sebagai “weton pilihan Dewi Sri”. Weton-weton ini dipercaya membawa keberuntungan besar, kelancaran rezeki, serta kehidupan yang penuh kebahagiaan.
Keberuntungan yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan materi, tetapi juga mencakup ketenangan batin, hubungan yang harmonis, serta jalan hidup yang cenderung terbuka.
Berdasarkan informasi dari kanal YouTube Primbon Cirebon, berikut sembilan weton yang diyakini memiliki keberuntungan luar biasa menurut ramalan tersebut.
Mereka yang lahir di Minggu Legi sering digambarkan sebagai pribadi yang selalu membawa terang dalam hidupnya.
Cahaya ini bukan hanya sekadar simbol spiritual, tetapi juga diyakini sebagai tanda bahwa jalan rezekinya selalu terbuka luas.
Segala bentuk usaha yang mereka jalani umumnya tidak pernah jauh dari hasil, bahkan terkadang kejayaan datang dari arah yang sama sekali tidak pernah mereka perhitungkan sebelumnya.
Sosok Minggu Legi mudah disukai, baik di lingkungan kerja, pertemanan, maupun keluarga.
Pesona yang mereka miliki membuat orang lain sering merasa nyaman untuk bekerja sama, membantu, atau sekadar berada di dekat mereka.
Itulah sebabnya, keberuntungan sering kali hadir lewat jaringan sosial dan kepercayaan yang mereka bangun.
Dalam pandangan primbon Jawa, mereka juga dianggap sebagai pribadi yang diberkahi Dewi Sri, dewi kemakmuran, sehingga hidupnya jarang benar-benar jauh dari kecukupan.