
Gedung Sate, ikon Kota Bandung.
JawaPos.com - Di tengah rutinitas yang padat dan waktu libur yang terbatas, tren staycation justru makin terasa relevan. Banyak orang kini tak lagi memaksakan diri pergi jauh, cukup 'kabur sebentar' ke hotel nyaman di dalam atau sekitar kota sudah cukup untuk recharge energi.
Fenomena ini bukan sekadar tren musiman. Staycation berubah jadi gaya liburan baru yang praktis, fleksibel, dan tetap menyenangkan, terutama untuk keluarga maupun pekerja urban yang ingin jeda tanpa drama perjalanan panjang.
Staycation bukan cuma soal menginap di hotel. Ada alasan kuat kenapa konsep ini terus naik daun dan jadi opsi utama banyak orang:
Tanpa tiket pesawat atau perjalanan jauh, budget bisa dialihkan ke hotel yang lebih nyaman, makanan enak, atau aktivitas santai.
Buat keluarga dengan anak kecil, staycation jauh lebih praktis. Nggak perlu packing berlebihan atau menghadapi drama perjalanan jauh.
Alih-alih kejar itinerary padat, staycation memberi ruang untuk menikmati momen—berenang, santai di kamar, atau sekadar ngobrol tanpa distraksi.
Healing cepat tanpa cuti panjang
Cuma butuh 1–2 malam untuk merasakan efek 'liburan'. Cocok untuk weekend getaway.
Dari kids playground, infinity pool, sampai restoran estetik—hotel sekarang jadi destinasi itu sendiri.
8 Kota Favorit untuk Staycation di Indonesia
