
Ilustrasi mahasiswa (Freepik)
JawaPos.com – Laporan terbaru mengungkap dampak penggunaan kecerdasan buatan generatif di dunia pendidikan. Alat seperti Artificial Intelligence semakin sering digunakan oleh mahasiswa untuk menyelesaikan tugas secara instan.
Namun, penelitian ini menyoroti bahwa penggunaan tersebut tidak selalu mendorong proses pembelajaran yang mendalam.
Berikut 7 dampak negatif AI terhadap siswa dan mahasiswa berdasarkan temuan, seperti dikutip dari laporan penelitian University of Southern California pada Jum'at (3/4).
1. Ketergantungan pada Jawaban Instan
Mahasiswa cenderung menggunakan AI untuk mendapatkan jawaban cepat tanpa memahami konsep. Hal ini menciptakan pola ketergantungan pada teknologi dalam menyelesaikan tugas akademik. Akibatnya, kemampuan berpikir mandiri menjadi berkurang. Dalam jangka panjang, hal ini dapat melemahkan proses pembelajaran yang seharusnya bersifat mendalam.
2. Penurunan Kemampuan Berpikir Kritis
Penggunaan AI yang berlebihan membuat siswa kurang terbiasa menganalisis informasi secara mandiri. Mereka lebih memilih menerima jawaban yang diberikan tanpa evaluasi lebih lanjut. Kondisi ini menghambat perkembangan keterampilan berpikir kritis. Padahal, kemampuan tersebut merupakan aspek penting dalam pendidikan tinggi.
3. Minimnya Pemahaman Konseptual
AI sering digunakan untuk menyelesaikan tugas tanpa melalui proses pemahaman materi. Mahasiswa cenderung melewati tahapan belajar yang seharusnya dilakukan secara bertahap. Hal ini menyebabkan pemahaman konsep menjadi dangkal. Akibatnya, siswa kesulitan menerapkan pengetahuan dalam konteks yang berbeda.
