Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 April 2026, 02.02 WIB

Oracle Pangkas Ribuan Pekerja saat Genjot Investasi AI, Larry Ellison Berupaya Redam Kekhawatiran Investor

Oracle memulai PHK karyawan Selasa lalu dalam restrukturisasi senilai 420 miliar dolar AS (The Guardian) - Image

Oracle memulai PHK karyawan Selasa lalu dalam restrukturisasi senilai 420 miliar dolar AS (The Guardian)

JawaPos.com - Oracle mempercepat restrukturisasi bisnisnya dengan memangkas ribuan tenaga kerja, seiring lonjakan investasi pada infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang kian membebani neraca dan memicu kekhawatiran investor.

Perusahaan perangkat lunak asal Amerika Serikat yang berbasis di Austin, Texas, itu memiliki valuasi sekitar 420 miliar dolar atau setara Rp 7.106 triliun (kurs Rp 16.920 per dolar AS).

Di tengah skala bisnis yang besar tersebut, Oracle justru mulai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sejak Selasa terhadap sebagian dari total sekitar 162.000 karyawan, sebagai bagian dari penyesuaian strategis perusahaan.

Dilansir dari The Guardian, Kamis (2/4/2026), langkah ini ditempuh untuk meyakinkan pasar bahwa investasi besar pada pusat data sebagai fondasi utama pengembangan kecerdasan buatan (AI) akan menghasilkan imbal balik jangka panjang.

Perusahaan yang dipimpin oleh Larry Ellison, yang dikenal sebagai sekutu dekat Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kini menghadapi tekanan untuk menjaga kepercayaan investor di tengah persaingan ketat industri komputasi awan.

Tekanan tersebut tidak kecil. Mengutip laporan BBC, sekitar 10.000 karyawan telah kehilangan pekerjaan. Seorang manajer senior Oracle, Michael Shepherd, menggambarkan situasi ini sebagai "pengurangan tenaga kerja yang signifikan" dalam unggahannya di LinkedIn.

Dia juga menegaskan bahwa dampaknya menjangkau lapisan teknis paling krusial. "Keputusan ini memengaruhi insinyur senior, arsitek, pemimpin operasional, manajer program, serta spesialis teknis dengan keahlian mendalam dalam infrastruktur cloud, lingkungan cloud pemerintah dan kedaulatan, serta sistem berskala perusahaan," ujarnya.

Sinyal restrukturisasi ini diperkuat oleh laporan Business Insider yang mengungkap komunikasi internal perusahaan. Dalam pemberitahuan kepada karyawan, manajemen menyatakan, "Setelah mempertimbangkan kebutuhan bisnis Oracle saat ini secara saksama, kami memutuskan untuk menghapus peran Anda sebagai bagian dari perubahan organisasi yang lebih luas."

Sejalan dengan itu, Oracle mengonfirmasi sebagian PHK, termasuk terhadap 491 karyawan yang bekerja jarak jauh di negara bagian Washington serta kantor di Seattle. Namun, perusahaan tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai total dampak maupun tahap lanjutan kebijakan tersebut.

Di saat yang sama, perusahaan justru meningkatkan belanja modal secara agresif untuk memperluas jaringan pusat data. Oracle bahkan menyiapkan proyek pembangunan pusat data senilai 300 miliar dolar AS atau sekitar Rp 5.076 triliun bersama OpenAI, dalam upaya memperkuat posisi melawan Alphabet dan Amazon.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore