Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 April 2026, 01.58 WIB

Pemugaran Kompleks Gedung Grahadi senilai Rp 12,7 Miliar Ditarget Rampung 25 Oktober 2026

Gedung Negara Grahadi sisi barat yang terbakar saat kerusuhan akhir Agustus 2025. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Gedung Negara Grahadi sisi barat yang terbakar saat kerusuhan akhir Agustus 2025. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Usai terbakar saat aksi demonstrasi Agustus 2025 lalu, bangunan sayap barat kompleks Gedung Negara Grahadi, Surabaya, mulai dipugar kembali dan ditargetkan selesai pada 25 Oktober 2026.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, pemugaran akan berlangsung selama 210 hari kalender dengan anggaran dari APBD Jatim 2026 sebesar Rp 12.763.527.000 (Rp 12,7 Miliar).

Pemugaran bangunan dimulai dengan identifikasi awal lewat pengumpulan batu bata, genteng, dan material lain dari gedung yang terbakar. Langkah ini dilakukan agar bentuk bangunan mendekati aslinya.

"Gedung-gedung yang terdampak ini adalah gedung-gedung yang harus kita lestarikan. Ini yang kita pulihkan adalah bangunan sayap barat Grahadi, bukan keseluruhan Grahadi," ucap Gubernur Khofifah di Surabaya, Kamis (2/4).

Pemulihan bangunan sayap barat Gedung Negara Grahadi sendiri telah melalui proses kajian yang melibatkan tenaga ahli pemugaran, termasuk Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Timur dan berbagai instansi terkait.

Lingkup pengerjaan pemugaran meliputi rekonstruksi atap, replikasi engsel, kusen, dan pintu. Juga ekspos hasil ekskavasi arkeologi dan balok kayu, serta penataan ulang ruang-ruang yang terbakar.

Ia menegaskan bahwa proses pemugaran sayap barat Gedung Negara Grahadi tidak boleh dilakukan sembarangan karena merupakan cagar budaya. Oleh karenanya, proses ini dikawal oleh tim cagar budaya Pemkot Surabaya.

"Betapa identifikasi dan detail proses tadi tidak sederhana. Kami mohon doa mudah-mudahan ini bisa selesai tepat waktu. Kami juga berharap tidak ada lagi cagar budaya yang kemudian dijadikan sasaran siapa pun," imbuhnya.

Sebagai informasi, Gedung Negara Grahadi berdiri sejak 1810. Pemugaran dilakukan untuk menjaga nilai sejarahnya, yakni melalui penampilan kembali elevasi lantai asli menggunakan metode ekskavasi.

Lantai tersebut mengalami kenaikan ketinggian sekitar 50 cm sejak awal pembangunan. Sehingga nantinya lantai asli akan diekspos dengan lantai kaca sebagai media edukasi sejarah dan teknologi konstruksi masa lalu.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore