
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri acara Puncak Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stasiun Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2). (Humas Pemprov Jatim)
JawaPos.com - Sejak didirikan pada 1926, Nahdlatul Ulama (NU) telah melalui perjalanan panjang dan tumbuh sebagai organisasi Islam yang tak hanya diperuntukkan bagi kelompok tertentu.
Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam acara Puncak Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stasiun Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2). Acara ini dihadiri langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
“NU menjadi wadah kekuatan besar dan strategis bagi Indonesia. NU bukan hanya untuk orang-orang yang memahami Ahlussunnah wal Jamaah secara khusus, tetapi menjadi rumah umat Islam secara keseluruhan,” ucapnya.
Sebagai Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah menyebut Nahdlatul Ulama juga memiliki peranan penting dalam menjaga tradisi, toleransi, dan pembangunan peradaban nasional.
"NU mengedepankan Islam moderasi, Islam wasathiyah, yang menjaga toleransi, tradisi kenusantaraan dan turut berkontribusi mengembangkan peradaban lewat lembaga-lembaga pendidikan," imbuh Khofifah.
NU tumbuh menjadi rumah besar umat yang memberdayakan dan mengayomi masyarakat lintas latar belakang. Semangat Islam moderasi terus dirawat NU dinilainya menjadi perekat dalam keberagaman Indonesia.
"Ibarat rumah, NU itu rumah besar, yang kokoh dan penuh toleransi, mampu memberikan keteduhan dan kenyamanan. NU terbuka dengan banyak hal, teguh menjaga tradisi dan mengedepankan rahmatan lil alamin," ucapnya.
NU juga memiliki jaringan pesantren luas di berbagai daerah, baik tradisional maupun modern, yang berperan sebagai pusat pengembangan ilmu keislaman sekaligus pembentukan karakter dan akhlak umat.
"Banyak pondok pesantren sebagai tempat bertumbuh, mengembangkan peradaban, membekali pribadi-pribadi dengan ilmu pengetahuan dan ilmu agama," beber Gubernur Khofifah.
Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Kota Malang.
Atas nama warga NU Jawa Timur, Gus Kikin juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Malang atas potensi ketidaknyamanan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
“Sekolah-sekolah di sekitar Stadion Gajayana, bahkan pengurus gereja, dengan penuh kearifan dan toleransi, mereka bersedia menyesuaikan jadwal kegiatan demi kelancaran Mujahadah Kubro ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Malang," tukas Gus Kikin.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
