
Kucing-kucing yang ditinggalkan di ruko Surabaya Barat. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Masalah kucing telantar yang ditinggalkan pemiliknya di ruko Surabaya Barat akhirnya berakhir. Hari ini, Kamis (26/5), puluhan pecinta kucing se-Jawa Timur datang untuk mengambil dan mengadopsi kucing-kucing tersebut.
Salah satunya adalah Lia, 35. Perempuan asal Gresik itu rela jauh-jauh datang untuk mengadopsi 1 ekor kucing. Dia mengaku kasihan dengan kondisi kucing tersebut.
”Awalnya tahu dari media sosial. Aku lihat kondisinya kasihan banget. Kotor dan nggak terawat," kata Lia yang datang bersama saudaranya.
Dia pun memutuskan untuk mendaftar sebagai adopter. Padahal, dia sudah memiliki 2 kucing di rumah.
”Kasihan. Nggak tega. Jadinya ke sini. Berangkat tadi jam 7 pagi,” terang Lia.
Lia bahkan harus menunggu 2–3 jam untuk bertemu dengan kucing-kucing di ruko 4 lantai itu. Sebab, komunitas CLST Indonesia dan CatsCats.id Surabaya baru mempersilakan calon adopter untuk masuk ke dalam ruko pada pukul 10.30 WIB.
”Datang sekitar jam 08.00 WIB. Terus nunggu di depan ruko sampai boleh masuk,” ujar Lia.
Lia mengadopsi 1 ekor kucing dan 5 anaknya. Saat diadopsi, kucing itu terlihat sangat ketakutan dan trauma. ”Aku ambil ini. Kasihan nggak terawat. Agak banyak karena nggak tega. Lagipula juga nggak bisa pisah dari induknya,” tutur Lia.
Hal serupa diakui Pangestu, 20. Estu, sapaannya, juga mengadopsi kucing kecil. Padahal banyak kucing peranakan Eropa seperti Persian dan Angora yang siap diadopsi.
”Tadi pertama kali masuk langsung lihat dia (kucing kecil). Karena kasihan dan sudah terlanjur sayang, aku langsung pilih dia,” kata Pengestu.
Chandra, perwakilan CLST Indonesia menyebut, antusiasme warga sangat tinggi. Dia mencatat sudah ada 200 orang yang mendaftar untuk menjadi adopter.
”Sudah ada 200 se-Jawa Timur yang daftar. Tapi terpilih 90-an orang. Maksimal adopsi 2 kucing kecuali yang induk dan anak-anaknya,” papar Chandra.
Sebelum proses adopsi berlangsung hari ini (26/5), Chandra menyebut, anggota komunitas dan volunteer sudah melakukan pembersihan ruko sejak Rabu (25/5).
”Sudah dibersihkan semampu kami karena banyak banget (kucingnya) dan kotor. Kemarin start jam 14.00 WIB dan selesai jam sepuluh malam lebih,” ujar Chandra.
Ratusan ekor kucing itu ditinggalkan pemiliknya di sebuah ruko di Surabaya Barat. Lurah Pradah Kali Kendal Hajar Sulistyono mengatakan, awalnya, terdapat aduan masyarakat di aplikasi WargaKu. Warga melaporkan penyewa rukonya tidak bisa dihubungi. ”Pemilik ruko di situ menyewakan ke orang lain dan menurut pemilik ruko, masa sewa sudah habis. Cuma penyewa itu meninggalkan banyak barang, termasuk ratusan kucing. Namun penyewa tak bisa dihubungi," kata Hajar, Sabtu (21/5).
