Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 April 2026, 17.23 WIB

Popsivo Hentikan Tujuh Kemenangan Beruntun di Proliga 2026, Gresik Phonska Bisa Revans!

Satu dari dua kekalahan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia di musim reguler Proliga 2026 datang saat menghadapi Jakarta Popsivo Polwan. (Dok. Instagram/@popsivopolwan) - Image

Satu dari dua kekalahan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia di musim reguler Proliga 2026 datang saat menghadapi Jakarta Popsivo Polwan. (Dok. Instagram/@popsivopolwan)

JawaPos.com – Satu dari dua kekalahan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia di musim reguler Proliga 2026 datang saat menghadapi Jakarta Popsivo Polwan. Dalam pertemuan di GOR Ken Arok, Malang, pada 7 Februari lalu, Phonska takluk 1-3. Hasil tersebut sekaligus menghentikan laju tujuh kemenangan beruntun Phonska sejak awal musim.

Kedua tim akan kembali bertemu dalam laga pertama final four di Jawa Pos Arena, Surabaya, malam nanti (siaran langsung mOji/Vidio mulai pukul 19.00 WIB). Kekalahan Phonska atas Popsivo di Malang bisa jadi belum menggambarkan kekuatan tim asal Gresik yang sebenarnya.

Bytsenko Jadi Pembeda

Saat pertemuan terakhir kedua tim, Phonska tampil tanpa diperkuat Oleksandra Bytsenko. Outside hitter asal Ukraina itu harus absen dalam dua laga seri Malang karena sakit sinusitis. Di saat bersamaan, pelatih Alessandro Lodi juga tidak mendampingi tim karena alasan sakit.

Tanpa Sasha –sapaan Bytsenko- dan Lodi, Phonska juga kalah (1-3) lawan Jakarta Livin’ Mandiri. Malang menjadi satu-satunya seri Phonska nirmenang.

Di luar itu, performa Phonska sangat konsisten. Dalam 10 laga lainnya –dengan sembilan di antaranya diperkuat Bytsenko– Phonska selalu menang. Tujuh kemenangan bahkan diraih dengan skor telak 3-0, termasuk saat mengalahkan Popsivo pada putaran pertama musim reguler dalam seri Medan (15/1).

Syakirah Diganti Dhea

Catatan itu bisa jadi modal bagi Phonska saat melawan Popsivo. Apalagi, komposisi tim nyaris tidak berubah dibanding musim reguler. Tercatat, hanya ada satu perubahan, yakni Dhea Cahya Pitaloka menggantikan Syakirah Athania Putriiska di Phonska.

Pergantian yang justru bisa menguntungkan. Sebab, Dhea, yang berusia delapan tahun lebih senior, sebenarnya termasuk salah satu pemain pilar sebelum terkendala cedera. ”Syakirah diganti dengan Dhea. Syakirah mengikuti Kejurnas U-18, sedangkan Dhea mulai pulih pasca cedera bahu,” kata ofisial tim Phonska, Putri Fitriani. 

Popsivo Andalkan Smarzek

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore