
Petenis Rusia Daniil Medvedev merayakan kemenangan atas rekan senegaranya Andrey Rublev usai pertandingan penyisihan grup Tenis ATP Finals di Pala Alpitour, Turin, Italia, tahun lalu.
JawaPos.com - Daniil Medvedev sempat diragukan tampil di Indian Wells Open 2026. Dia bersama sejumlah petenis dan staf ATP terjebak di Dubai karena penutupan wilayah udara Uni Emirat Arab (UEA).
Medvedev seharusnya sudah terbang ke Indian Wells, Amerika Serikat, pada Minggu (1/3), atau tepat sehari setelah dia menjuarai Dubai Tennis Championships. Namun, petenis asal Rusia itu baru bisa meninggalkan UEA pada Selasa (4/3). Itu pun bukan melalui jalur udara, melainkan jalur darat.
Medvedev bersama dua rekan senegaranya, Andrey Rublev dan Karen Khachanov lebih dulu ke Oman dengan mobil. “Ada yang beruntung sampai dalam empat setengah jam, ada yang sembilan jam. Kami tujuh jam, karena sopir kami tidak bisa menemukan paspornya,” kata Medvedev kepada jurnalis media Rusia, Bolshe, Sofya Tartakova.
Ya, rombongan Medvedev bahkan harus kembali ke UEA. Tujuannya, hanya untuk mengambil paspor sang sopir. “Kami satu-satunya yang sudah melewati perbatasan, lalu berbalik. Dia menemukan paspornya di tempat parkir dan kami kembali berkendara ke Oman,” tuturnya,
Setelah itu, Medvedev menginap satu malam di Oman. Lalu keesokan harinya terbang menuju ke Istanbul sebelum akhirnya ke AS. Perjalanan panjang itu terasa tidak biasa bagi petenis 27 tahun itu. Dia menggambarkan situasi tersebut seperti adegan film.
“Kalau diceritakan dengan semua detailnya, tentu saja ini tidak biasa. Rasanya seperti berada di film Hollywood: menyeberangi perbatasan bersama orang lain, mengunjungi Oman untuk pertama kalinya. Kami tiba di Oman secara terpisah, lalu terbang bersama ke Istanbul dan Los Angeles,” beber Medvedev.
