
Hariono bersama Deltras FC. (Dok. Deltras)
JawaPos.com - Hariono kini “rangkap jabatan”. Selain terdaftar sebagai pemain, dia juga menjadi asisten pelatih Deltras FC. Apakah Hariono siap dengan jabatan barunya itu?
Ketika dibekap cedera lutut, musim Hariono nyaris berakhir. Dia kemungkinan besar tidak bisa turun membela The Lobster.
Namun, pekerjaan lain datang ketika dia perlahan mulai pulih. Kepercayaan pelatih kepala Widodo Cahyono Putro ke Garuda Vaskara FC membuatnya ditunjuk sebagai asisten pelatih. Dia akan membantu Nurul Huda yang kini menjadi karteker.
Pria berusia 40 tahun itu memang ingin menjadi pelatih selepas pensiun. Apalagi, dia sudah mengantongi lisensi B AFC. Artinya, dia sudah layak menjadi asisten pelatih di klub kasta kedua.
Masalahnya, Hariono tidak menyangka tugasnya sebagai pelatih datang secepat ini. Apakah dia tertekan? “Justru saya sangat bersyukur. Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih kepada manajemen atas kepercayaan yang diberikan,” ungkap mantan pemain Persib Bandung itu.
Sekarang, dia tidak ingin menyia-nyiakan momen emas itu. Baginya, menjadi asisten pelatih adalah saat yang tepat untuk menimba ilmu.
“Ini pengalaman pertama saya. Saya punya tugas baru di kepelatihan. Jadi, saya akan terus belajar, kemudian berusaha memberikan yang terbaik untuk klub,” kata pria yang musim ini sempat tampil dalam tiga laga bersama The Lobster itu.
Nurul Huda senang bisa didampingi oleh Hariono. Sebab, dia memiliki hubungan yang baik dengan pria kelahiran 2 Oktober 1985 itu. Maklum, keduanya berasal dari kampung yang sama: Klagen, Sukodono, Sidoarjo. Karena itu, keduanya memiliki chemistry yang cukup bagus. Nurul Huda yakin Hariono akan memberikan kemampuan terbaik.
Pihak manajemen juga tidak asal menunjuk Hariono. Pria berambut gondrong itu dipilih menjadi asisten karena lisensinya sudah memenuhi syarat. “Selain itu, Hariono merupakan sosok yang memiliki kepemimpinan. Dia juga sudah mengenal dengan baik semua pemain di dalam tim,” kata CEO Deltras FC, Amir Burhannudin.
Apalagi, Hariono merupakan sosok asli Sidoarjo. Bagi manajemen, faktor kedaerahan itu sangat penting. “Secara umum, kami ingin mengorbitkan talenta asli Sidoarjo. Lihat saja jajaran tim pelatih di tim utama dan akademi, pasti ada sosok asli Sidoarjo,” tegas Amir.
