
Aksi Maarten Paes di laga Ajax melawan Feyenoord. (Dok. Maarten Paes)
JawaPos.com–PSSI akhirnya buka suara terkait isu yang tengah ramai diperbincangkan soal status pemain Tim Nasional Indonesia yang berlaga di kompetisi Eredivisie. Fokus utama tertuju pada legalitas dan keabsahan proses naturalisasi pemain diaspora yang kini memperkuat skuad Garuda.
PSSI memastikan seluruh proses naturalisasi pemain keturunan berjalan sah dan sesuai dengan peraturan hukum di Indonesia. Klarifikasi ini muncul seiring berkembangnya isu yang menyebut adanya potensi masalah terhadap status para pemain di Liga Belanda.
Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, menegaskan seluruh pemain Tim Nasional Indonesia yang berkarir di Eredivisie telah melalui prosedur resmi. Dia memastikan tidak ada pelanggaran hukum dalam proses perpindahan kewarganegaraan mereka.
”Seluruh pemain keturunan yang telah membela Tim Nasional Indonesia, termasuk di dalamnya Dean James, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On telah sah menjadi warga negara Indonesia (WNI) dan dipastikan tidak ada masalah hukum Indonesia,” kata Sumardji.
Pernyataan ini sekaligus menepis keraguan publik terkait status para pemain diaspora yang kini menjadi tulang punggung Timnas. Nama-nama seperti Dean James, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On memang tengah menjadi sorotan karena kiprah mereka di Eropa.
Sumardji juga menekankan keputusan para pemain untuk menjadi WNI bukan sekadar formalitas administratif. Dia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk nyata kecintaan terhadap Indonesia.
Baca Juga:5 Legiun Brasil Jadi Mesin Perang! Persebaya Surabaya Siap Gempur Persita Tangerang di GBT
”Mereka banyak yang lahir, besar, hidup dan memiliki keluarga di luar Indonesia. Jadi dengan mereka memutuskan menjadi WNI, bukti mereka punya kecintaan serta pengabdian terhadap tanah air,” lanjut Sumardji.
Menurut dia, pengabdian itu tidak hanya terlihat di atas lapangan saat membela Timnas. Lebih dari itu, ada konsekuensi besar yang harus mereka terima setelah resmi menjadi WNI.
”Bukan hanya terbukti dari kerja keras mereka dalam latihan dan pertandingan Tim Nasional, tapi terbukti juga bahwa dengan menjadi warga negara Indonesia banyak fasilitas yang harus mereka lepaskan, misalnya keharusan memiliki izin atau visa untuk tinggal dan bekerja di negara asing, misalnya di Belanda,” jelas Sumardji.
