
Pemain Dewa United Ricky Kambuaya (kiri) jadi andalan lini tengah. (Dok. DUBFC)
JawaPos.com–Pertandingan antara Dewa United melawan PSIM Jogjakarta pada pekan ke-26 BRI Super League diprediksi berlangsung sengit. Laga yang bakal digelar di Banten International Stadium ini menjadi momen penting bagi kedua tim yang tengah berjuang memperbaiki posisi di klasemen.
PSIM datang dengan catatan tak terkalahkan dalam enam laga terakhir. Sedangkan Dewa United memiliki motivasi besar untuk bangkit pada lanjutan super league.
Namun, jika dilihat lebih dalam, performa tim PSIM Jogjakarta tersebut belum sepenuhnya stabil dibanding Dewa United. Dari enam pertandingan kompetisi super league itu, mereka hanya meraih satu kemenangan, sementara lima laga lainnya berakhir imbang.
Baca Juga: Arema FC vs Malut United: Gustavo Franca dan Tyronne del Pino Bakal Adu Kreativitas di Lini Tengah
Situasi ini menunjukkan bahwa konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah bagi tim PSIM asuhan Jean-Paul van Gastel. Masalah utama PSIM terletak pada efektivitas di lini depan. Meski mampu menciptakan peluang, penyelesaian akhir sering kali kurang maksimal.
Hal ini membuat mereka kehilangan banyak poin penting, terutama saat menghadapi tim dengan kualitas setara. Jika ingin mencuri poin di kandang lawan, PSIM perlu tampil lebih tajam dan berani mengambil risiko.
Di sisi lain, Dewa United memiliki motivasi besar untuk bangkit. Bermain di hadapan pendukung sendiri menjadi keuntungan yang tak bisa diabaikan.
Apalagi, mereka baru saja menahan imbang tim kuat seperti Persija Jakarta pada laga sebelumnya. Hasil tersebut menjadi suntikan kepercayaan diri bagi skuad asuhan Jan Olde Riekerink.
Meski demikian, performa Dewa United juga belum sepenuhnya stabil. Dalam lima laga terakhir, mereka hanya mencatat satu kemenangan.
Inkonsistensi ini membuat posisi mereka tertahan di papan tengah klasemen. Oleh karena itu, laga melawan PSIM menjadi kesempatan penting untuk kembali ke jalur kemenangan sekaligus memangkas jarak poin.
