
Pemain Madura United Lulinha. (Dok. Madura United)
JawaPos.com–Jajaran pelatih Madura United FC tengah memusatkan perhatian pada dua aspek penting jelang bergulirnya kembali BRI Super League 2025/26 usai jeda internasional. Fokus utama tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu adalah mengembalikan kepercayaan diri pemain serta melakukan pembenahan taktik.
Caretaker pelatih Rakhmad Basuki menilai kondisi mental pemain menjadi perhatian serius setelah tim mengalami rentetan hasil kurang memuaskan. Skuad Madura United sebenarnya memiliki kualitas, namun kepercayaan diri yang menurun membuat performa tim ikut terdampak.
Menurut Rakhmad, kepercayaan diri pemain seperti Lulinha dan kolega perlu segera dipulihkan. Hal ini menyusul catatan buruk tim yang belum meraih kemenangan sejak kalah 0-1 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan pada awal Januari 2026.
Sejak saat itu, Madura United hanya mampu meraih tiga poin dari 10 pertandingan terakhir di kompetisi domestik. Situasi ini tentu menjadi alarm bahaya, mengingat kemenangan terakhir mereka terjadi saat membantai Semen Padang FC dengan skor telak 5-1.
Rentetan hasil minor tersebut membuat posisi Madura United merosot ke zona degradasi. Hingga pekan ke-20, mereka baru mengoleksi 20 poin dari total pertandingan yang telah dijalani. Kondisi ini menuntut respons cepat dari tim pelatih agar bisa keluar dari tekanan.
”Tujuan pertama adalah menyelamatkan tim ini. Yang kedua, bagaimana menumbuhkan kepercayaan diri pemain bahwa mereka punya kualitas yang sama dengan tim lain,” ujar Rakhmad usai memimpin sesi latihan, Selasa (31/3) dikutip dari ileague.id.
Setelah aspek mental mulai dibenahi, Rakhmad mengaku akan beralih ke perbaikan taktik. Meski waktu persiapan tergolong singkat, dia berharap ada peningkatan yang terlihat saat tim kembali berlaga.
Madura United dijadwalkan menghadapi Borneo FC Samarinda pada laga lanjutan liga di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Minggu (5/4). Pertandingan ini menjadi momen penting bagi Laskar Sape Kerrab untuk memutus tren negatif sekaligus mengangkat posisi di klasemen.
Rakhmad pun berharap para pemain mampu menunjukkan karakter dan kualitas sebenarnya di lapangan. Dia optimistis, jika kepercayaan diri kembali, performa tim akan ikut meningkat.
