Pemain Timnas Indonesia Kevin Diks pada pertandingan melawan Saint Kitts & Nevis dalam di FIFA Series 2026, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/3/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Timnas Indonesia langsung merasakan dampak positif di tangan pelatih baru John Herdman. Dalam laga debutnya, pelatih asal Inggris itu sukses membawa skuad Garuda melaju ke final FIFA Series 2026 setelah mengalahkan Saint Kitts and Nevis 4-0.
Namun, ujian sebenarnya adalah laga final menghadapi Bulgaria, karena tim asal Eropa Timur tersebut memiliki kualitas yang jauh lebih baik daripada Saint Kitts serta memiliki peringkat FIFA yang lebih tinggi daripada Indonesia, yaitu 85.
Baca Juga:Berharap Lekas Pulih! Mauro Zijlstra Janji Bakal Cetak Lebih Banyak Gol bersama Timnas Indonesia
Para pemain pun dituntut lebih cepat panas pada laga yang digelar malalm nanti (30/3) di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta itu karena Bulgaria akan bisa meraih kemenangan jika dibiarkan mencetak gol duluan.
"Kami harus memulai laga dengan lebih kuat dibanding saat melawan Saint Kitts and Nevis. Jika kami memulai dengan lambat seperti sebelumnya, kami akan dihukum. Jika Bulgaria mencetak gol lebih dulu, mereka lebih mudah untuk menutup pertandingan dengan kemenangan," tegas Herdman seperti dikutip dari Antara.
Sementara itu, salah satu pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks akan berupaya memenuhi ekspektasi sang pelatih karena menurutnya, gaya melatih Herdman lebih mudah dipahami, terutama dalam hal taktikal, dibandingkan dua pendahulunya yaitu Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.
"Saya pikir kami beradaptasi dengan sangat cepat karena taktik yang dia minta untuk kami terapkan di suatu pertandingan sangat jelas," ujar Diks.
Kemampuannya menjelaskan taktik yang mudah dipahami oleh para pemain bukan berarti strategi dari Herdman mudah dipecahkan juga oleh tim lawan, karena menurut Diks, mantan pelatih Timnas Kanada itu juga kuat secara variasi taktik.
"Saya pikir John sangat detail dan sangat kuat secara taktik. Dia menuntut banyak dari kami, tapi dia juga tahu apa yang dia harapkan dari setiap pemain, dan itu sangat penting," imbuhnya.
Karena taktik yang mudah dipahami itulah yang membuat Kevin Diks juga bisa cepat beradaptasi saat ia dipasang di posisi yang bukan aslinya ketika menghadapi Saint Kitts, yaitu sebagai gelandang kanan, karena sangat cocok dengan tipe bermain Diks yang dinamis.
"Saya pemain yang sangat dinamis, jadi saya hanya melakukan apa yang pelatih minta. Mau di belakang, di tengah, atau di sayap, tidak masalah. Saya selalu memberikan yang terbaik untuk tim dan negara," tutur pemain Borussia Moenchengladbach itu.
Lebih lanjut, bek yang sudah mencetak empat gol di Bundesliga Jerman itu juga menilai cepatnya adaptasi para pemain sebenarnya bukan sebuah proses yang singkat karena Herdman sudah melakukan pendekatan kepada pemain sejak beberapa bulan lalu.
"Sejak dia ditunjuk sebagai pelatih, dia sudah menghubungi banyak pemain, mungkin lebih dari 40 pemain. Itu menunjukkan seperti apa dirinya dan bagaimana dia mempersiapkan kami untuk periode ke depan," pungkasnya.
