Pemain Timnas Indonesia Jay Idzes pada pertandingan melawan Saint Kitts & Nevis dalam di FIFA Series 2026, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/3/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Timnas Indonesia akan bertemu Bulgaria pada laga final FIFA Series 2026. Duel ini diprediksi akan berlangsung menarik mengingat kedua negara sangat jarang bertemu. Catatan head-to-head hingga market value kedua tim menjadi hal yang wajib untuk dikupas lebih dalam.
Indonesia dan Bulgaria berada di konfederasi berbeda, Asia (AFC) dan Eropa (UEFA). Perbedaan inilah yang membuat kedua negara sangat jarang bertemu di ajang internasional. Hal tersebut tercermin dari rekor pertemuan yang baru mencatat satu pertemuan di antara keduanya.
Satu-satunya pertandingan Indonesia vs Bulgaria terjadi 53 tahun silam tepatnya pada 4 Februari 1973. Skor akhir laga yakni 0-4 untuk kemenangan Bulgaria. Setelahnya, kedua tim belum pernah bertemu baik di laga resmi maupun persahabatan.
Namun, di era modern, kekuatan Indonesia semakin berkembang dengan talenta muda menjanjikan dan pemain keturunan yang menimba ilmu di Eropa, sehingga potensi laga sengit dan ketat berpeluang terjadi di final FIFA Series 2026.
Pesatnya kemajuan sepak bola tanah air terlihat dari total nilai pasar atau market value skuad tim nasional yang lebih tinggi dari sang lawan, Rp 533,18 miliar berbanding Rp 517,10 miliar. Jay Idzes menjadi pemain paling bernilai dengan nilai Rp 173,82 miliar, sementara Rosen Bozhinov menjadi punggawa dengan market value tertinggi di Bulgaria dengan nilai Rp 69,53 miliar.
Meski demikian, ranking FIFA Bulgaria lebih baik dibandingkan Timnas Indonesia dengan duduk di peringkat 85 dunia (1275,09 poin). Sementara Skuad Garuda ada di ranking 120 FIFA (1148,70 poin).
