
Maxwell Souza merayakan gol pembuka Persija Jakarta ke gawang Dewa United pada laga Super League 20252026 di Jakarta International Stadium. (Persija)
JawaPos.com — Hasil imbang 1-1 saat Persija Jakarta menjamu Dewa United di Jakarta International Stadium (15/3/2026) meninggalkan rasa yang sulit dijelaskan. Di balik skor tersebut, ada emosi kolektif yang menyelimuti pemain, pelatih, hingga Jakmania yang berharap kemenangan di kandang sendiri.
Pertandingan itu bukan sekadar angka di papan skor, melainkan cerita penuh dinamika selama 90 menit.
Persija Jakarta tampil dengan determinasi tinggi, namun harus puas berbagi poin setelah peluang emas di menit akhir gagal dimaksimalkan.
Sorotan utama tentu tertuju pada sosok Emaxwell Souza yang menjalani laga penuh drama. Ia sempat menjadi pahlawan dengan golnya di menit 45+4 yang membuat stadion bergemuruh oleh euforia.
Gol tersebut lahir di momen krusial, tepat sebelum turun minum, dan menjadi suntikan moral besar bagi Macan Kemayoran.
Atmosfer di Jakarta International Stadium pun berubah menjadi lautan optimisme, seolah kemenangan sudah di depan mata.
Namun, sepak bola selalu menyimpan sisi lain yang tak terduga dalam waktu singkat. Euforia itu perlahan berubah menjadi kekecewaan ketika peluang emas dari titik penalti di pengujung laga gagal dikonversi menjadi gol.
Seandainya penalti itu berbuah gol, Persija Jakarta hampir pasti mengamankan kemenangan penting dengan skor 2-1. Tapi, kenyataan berkata lain, dan laga harus ditutup dengan hasil imbang yang terasa seperti kekalahan.
Maxwell pun tidak lari dari tanggung jawab atas momen krusial tersebut. Ia dengan terbuka mengakui kesalahan dan menjadikannya sebagai bagian dari proses untuk menjadi lebih baik.
