
Pemain Dewa United Johnathan Pereira. (Dok. Dewa United)
JawaPos.com - Dewa United Banten FC bersiap menghadapi ujian berat saat bertandang ke markas PSM Makassar pada pekan ke-21 Super League musim 2025/2026.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora B. J. Habibie, Sabtu (14/2/2026) sore, dan menjadi momen penting bagi tim tamu untuk menjaga konsistensi di papan klasemen.
Bermain di Parepare bukan perkara mudah. PSM dikenal tampil solid saat bermain di kandang, apalagi dengan dukungan suporter yang selalu menciptakan atmosfer pertandingan yang tidak ramah bagi tim tamu.
Namun, Dewa United datang dengan tekad mencuri poin demi menjaga peluang bersaing di jalur atas kompetisi.
Menjelang pertandingan tersebut, bek kanan Dewa United asal Brasil, Johnathan Pereira, menyampaikan optimisme dalam sesi konferensi pers pra-pertandingan, Jumat (13/2/2026).
Ia menilai persiapan tim berjalan sesuai rencana, terutama dalam aspek fisik dan taktik.
“Kami merasa telah mempersiapkan diri dengan sangat baik untuk menghadapi pertandingan. Tim menjalani sesi latihan dengan intensitas tinggi, dan seperti yang telah disampaikan pelatih. Pertandingan sebelumnya cukup menantang karena kondisi lapangan,” ujarnya dikutip dari dewaunited.com.
Menurut Johnathan, evaluasi dari laga sebelumnya menjadi bahan pembelajaran penting.
Tim pelatih disebut fokus membenahi detail permainan, mulai dari transisi bertahan ke menyerang hingga efektivitas umpan di sepertiga akhir lapangan.
Ia juga menyoroti kondisi lapangan Stadion Gelora B.J. Habibie yang dinilai sangat mendukung gaya bermain Dewa United.
Permukaan rumput yang baik diyakini bisa membantu tim mengembangkan permainan cepat dari kaki ke kaki, yang selama ini menjadi ciri khas Banten Warriors.
“Dari pengamatan saya, kondisi lapangan di sini sangat baik. Hal tersebut memberikan kami keyakinan untuk menampilkan performa terbaik, memainkan gaya permainan kami, serta menerapkan seluruh materi yang telah kami persiapkan dalam sesi latihan,” jelasnya.
Lebih jauh, Johnathan menegaskan pentingnya bermain disiplin menjalankan rencana permainan selama 90 menit. Menghadapi tim sekelas PSM, fokus dan konsentrasi dinilai menjadi kunci agar tidak kehilangan momentum.
“Kami siap menjalankan rencana permainan, menunjukkan identitas tim di lapangan, dan memberikan kemampuan terbaik. Kami bertekad untuk menampilkan performa maksimal pada pertandingan,” pungkasnya.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat, mengingat kedua tim sama-sama membutuhkan poin untuk memperkuat posisi di klasemen. Konsistensi, ketenangan, dan efektivitas penyelesaian akhir akan menjadi faktor penentu hasil akhir di Parepare.
