
Ekspresi Gennaro Gattuso usai Timnas Italia kalah dramatis dari Bosnia di babak play-off Piala Dunia 2026. (FIGC)
JawaPos.com - Kegagalan kembali dialami Timnas Italia dalam perjalanan menuju Piala Dunia 2026. Untuk ketiga kalinya dalam kurun waktu sekitar satu dekade, Azzurri harus menerima kenyataan pahit gagal tampil di turnamen sepak bola paling bergengsi tersebut. Situasi ini memicu perubahan besar di tubuh federasi sepak bola Italia.
Posisi pelatih yang sebelumnya dipegang oleh Gennaro Gattuso kini berada di ujung tanduk. Tekanan yang datang dari publik dan berbagai pihak membuat masa depannya sulit dipertahankan.
Pada saat yang sama, federasi juga mulai fokus mencari sosok baru yang dinilai mampu mengangkat performa tim.
Dengan target jangka menengah menuju Euro 2028 dan Piala Dunia 2030, penunjukan pelatih baru menjadi langkah krusial. Beberapa nama pun mulai mencuat sebagai kandidat potensial untuk mengisi posisi tersebut.
Salah satu nama yang dianggap paling realistis adalah Stefano Pioli. Pengalamannya melatih sejumlah klub besar di Serie A menjadi nilai lebih. Meski demikian, performa terakhirnya di level klub dinilai kurang konsisten, sehingga masih menimbulkan tanda tanya.
Selain itu, ada juga Massimiliano Allegri yang dikenal sebagai pelatih sarat pengalaman. Ia memiliki rekam jejak impresif dengan sejumlah gelar juara Serie A.
Gaya bermainnya memang kerap disebut pragmatis, namun terbukti efektif dalam menjaga stabilitas tim.
Nama lain yang tak kalah menarik adalah Roberto Mancini.
Ia pernah membawa Italia menjuarai Euro 2020 dan memiliki pengalaman internasional yang matang. Namun, bayang-bayang kegagalan di kualifikasi Piala Dunia sebelumnya masih menjadi catatan tersendiri.
Pilihan yang lebih berani datang dari Fabio Cannavaro. Meski belum memiliki pengalaman panjang sebagai pelatih di level elite Eropa, ia punya nilai lebih sebagai legenda sepak bola Italia. Kariernya di berbagai negara juga memberikan sudut pandang berbeda dalam membangun tim.
