
Olympique Marseille resmi mengumumkan perpisahan dengan Roberto De Zerbi pada Senin (10/2). (Dok. TNT Sports)
JawaPos.com - Pelatih anyar Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada para suporter setelah komentarnya tentang Mason Greenwood menuai kontroversi.
De Zerbi sebelumnya mendapat sorotan karena pernyataannya saat masih menangani Marseille. Kala itu, ia dinilai terlalu membela Greenwood, yang sempat tersandung kasus hukum serius di Inggris sebelum akhirnya semua dakwaan dihentikan.
Kontroversi tersebut kembali mencuat setelah De Zerbi resmi ditunjuk sebagai manajer Tottenham. Sejumlah kelompok suporter menyuarakan keberatan mereka, menilai komentar sang pelatih tidak sensitif terhadap isu kekerasan.
Menanggapi hal itu, De Zerbi memilih untuk memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf secara terbuka. Ia menegaskan tidak pernah berniat meremehkan persoalan kekerasan, baik terhadap perempuan maupun siapa pun.
“Saya tidak pernah ingin menganggap enteng isu tersebut. Saya selalu berusaha berdiri di pihak mereka yang membutuhkan perlindungan,” ujar De Zerbi dikutip dari bbc.com.
Pelatih asal Italia itu juga menekankan bahwa dirinya memiliki kepedulian tinggi terhadap isu tersebut, terlebih sebagai seorang ayah. Ia berharap para fans bisa memahami konteks dari pernyataannya di masa lalu.
“Saya minta maaf jika ada pihak yang merasa tersinggung. Saya harap seiring waktu, orang-orang bisa mengenal saya lebih baik,” lanjutnya.
Di sisi lain, situasi Tottenham saat ini memang tidak ideal. Klub asal London Utara itu tengah berjuang menjauh dari zona degradasi di klasemen Liga Inggris.
Mereka bahkan belum meraih kemenangan dalam beberapa laga terakhir di Primiere League,
De Zerbi pun langsung dihadapkan pada tantangan besar sejak hari pertama.
