
Leonardo Spinazzola saat beraksi bersama Timnas Italia. (Dok. Leonardo Spinazzola)
JawaPos.com - Leonardo Spinazzola kecewa berat setelah timnas Italia kalah dari Bosnia dan Herzegovina di final play off Kualifikasi Piala Dunia 2026. Laga yang berakhir dengan adu penalti 1-4 tersebut dimainkan di Bilino Polje, Rabu (1/4).
Bek 33 tahun tersebut mengatakan bahwa timnas Italia sudah berjuang hingga memasuki adu penalti. Bahkan, mereka punya banyak peluang untuk bisa memenangkan laga melawan Bosnia dan Herzegovina.
Perasaan kecewa dirasakan oleh seluruh pemain timnas Italia. Leonardo Spinazzola juga merasa telah mengecewakan anak-anak di Italia yang kembali tidak akan melihat tim nasionalnya bermain di Piala Dunia.
"Kami berjuang sampai adu penalti dan memiliki tiga atau empat peluang untuk memenangkannya. Ini sangat mengecewakan bagi kami, bagi keluarga kami, bagi semua anak-anak Italia yang tidak akan melihat Italia di Piala Dunia [untuk edisi ketiga berturut-turut]," kata Spinazzola kepada RAI Sport yang dikutip dari UEFA, Rabu (1/4).
Melihat para pemain muda menangis juga terasa menyedihkan bagi Spinazzola. Dia mengaku bahwa membawa Italia lolos Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi kesempatan terakhirnya.
"Sangat menyedihkan melihat para pemain muda menangis, tetapi mereka akan memiliki masa depan yang lebih baik. Ini tentu saja kesempatan terakhir saya untuk lolos ke Piala Dunia, tetapi saya merasa sedih untuk seluruh Italia," tambah Spinazzola.
Bek Napoli tersebut tidak bermain sebagai starter pada laga melawan Bosnia dan Herzegovina. Spinazzola baru bermain pada menit ke-90 menggantikan Federico Dimarco.
Bagi Spinazzola, dia belum pernah bermain di Piala Dunia bersama timnas Italia sejak debut tahun 2017. Salah satu prestasi terbaik eks pemain AS Roma bersama timnas Italia tersebut adalah meraih gelar juara Piala Eropa 2021.
Di sisi lain, Gennaro Gattuso mengucapkan terima kasih kepada para pemainnya setelah kalah dari Bosnia dan Herzegovina. Bagi pelatih yang punya gelar Piala Dunia 2006 tersebut kekalahan timnas Italia merupakan pukulan berat.
