
Pelatih Wales Craig Bellamy menilai ada sisi positif saat menghadapi Irlandia Utara meski gagal lolos ke Piala Dunia 2026. (BBC)
JawaPos.com - Pertandingan antara Timnas Wales dan Timnas Irlandia Utara kali ini terasa berbeda. Bukan karena tensi tinggi atau rivalitas, melainkan karena situasi yang membuat duel ini seolah tak memiliki arti penting.
Kedua tim dijadwalkan bertemu dalam laga uji coba setelah sama-sama tersingkir di babak semifinal play-off Piala Dunia 2026.
Wales harus mengakui keunggulan Bosnia dan Herzegovina, sementara Irlandia Utara tak mampu melewati hadangan Italia.
Hasil tersebut membuat mimpi tampil di panggung terbesar sepak bola dunia pupus. Padahal, pemenang dari masing-masing laga seharusnya melaju ke tahap berikutnya untuk memperebutkan tiket ke putaran final yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Alih-alih melanjutkan perjuangan, kedua tim justru harus saling berhadapan dalam pertandingan yang lebih bersifat formalitas.
Situasi ini membuat banyak pihak menilai laga tersebut kurang menarik, bahkan cenderung tidak diperlukan.
Meski begitu, pelatih Wales, Craig Bellamy, menegaskan timnya tetap harus bersikap profesional. Ia mengakui kekalahan sebelumnya masih menyisakan kekecewaan, namun para pemain diminta segera bangkit dan fokus menghadapi pertandingan berikutnya.
Menurut Bellamy, setiap laga tetap memiliki nilai, terutama sebagai bahan evaluasi tim. Ia juga membuka peluang rotasi pemain, mengingat beberapa pilar mengalami kelelahan setelah menjalani pertandingan panjang sebelumnya.
Di sisi lain, Michael O'Neill selaku pelatih Irlandia Utara memiliki pandangan serupa. Ia menyebut kekalahan tetaplah kekalahan, terlepas dari bagaimana prosesnya. Oleh karena itu, timnya harus menerima situasi dan memaksimalkan kesempatan yang ada.
