
Para pemain Senegal memamerkan trofi juara Piala Afrika 2025 sebelum kickoff lawan Peru di Stade de France, Paris, Minggu (29/3). (Dok. Instagram/@fabriziorom)
JawaPos.com - Status Senegal sebagai juara Piala Afrika 2025 memang telah dicabut. Kini, mereka masih mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Di tengah situasi itu, Lions de la Teranga –julukan Senegal- tetap merayakan gelar juara Piala Afrika yang diraih di Maroko pada 19 Januari lalu.
Perayaan itu dilakukan sebelum laga uji coba melawan Peru di Stade de France, Paris, kemarin (29/3). Kapten Kalidou Koulibaly memimpin rekan satu timnya melakukan lap of honour sambil membawa trofi. Aksi tersebut jadi simbol perlawanan Senegal terhadap keputusan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang memberikan gelar kepada Maroko.
Meski menang 1-0 dalam laga final di Rabat, Senegal diputuskan kalah 0-3 karena melakukan aksi walk-off selama 14 menit. Pelatih Senegal, Pape Thiaw, menegaskan bahwa sikap timnya tidak berubah. ”Jelas dalam pikiran kami bahwa kompetisi dan trofi dimenangkan di lapangan. Kami sudah melakukannya, kami juara Afrika,” kata Thiaw seperti dikutip dari The Guardian.
