
Pemain Real Madrid Federico Valverde. (Dok. Fabrizio Romano)
JawaPos.com - Derby Madrid selalu punya cerita, dan kali ini bukan cuma soal skor akhir. Federico Valverde jadi pusat perhatian setelah kartu merah kontroversial yang ia terima dalam laga panas antara Real Madrid dan Atletico Madrid pekan lalu.
Gelandang asal Uruguay itu diusir keluar lapangan setelah melakukan tekel keras dari belakang terhadap Álex Baena dengan 13 menit tersisa. Insiden tersebut langsung memicu perdebatan, baik di dalam maupun luar lapangan.
Meski bermain dengan 10 orang, Real Madrid tetap mampu mempertahankan keunggulan 3-2 hingga peluit akhir. Namun, drama sesungguhnya justru baru dimulai setelah pertandingan selesai.
Arbeloa Tak Sepakat dengan Keputusan Wasit
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, termasuk pihak yang mempertanyakan keputusan wasit. Menurutnya, tekel tersebut tidak layak diganjar kartu merah langsung.
"Saya memiliki pandangan yang berbeda dengan José Luis [wasit]. Dia mengatakan itu adalah penggunaan kekuatan yang berlebihan. Saya tidak melihatnya seperti itu. Anda sering mendapatkan tekel seperti itu, tidak ada niat untuk melukai [Baena]. Tapi saya berterima kasih atas penjelasannya."
Meski Real Madrid sempat mengajukan banding, hasilnya tidak berubah. Valverde tetap dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman larangan bermain satu pertandingan.
Atletico Meledak di Media Sosial
Melansir Give Me Sport, keputusan tersebut ternyata tidak diterima dengan baik oleh kubu Atletico Madrid. Mereka bahkan meluapkan kekesalan secara terbuka melalui media sosial dengan nada yang cukup sarkastik.
"Selamat, Anda yang terbaik dalam hal ini. Misi berhasil: 1 game untuk Valverde."
