Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Maret 2026, 21.18 WIB

Anti Malu! Senegal Nekad Adakan Parade Trofi Piala Afrika di Paris Meski Gelarnya Dicabut CAF

Sadio Mane mengangkat Piala Afrika 2026/ Maroko menjadi juara Piala Afrika 2026 setelah kemenangan Senegal dibatalkan! (instagram.com/@fsfofficielle) - Image

Sadio Mane mengangkat Piala Afrika 2026/ Maroko menjadi juara Piala Afrika 2026 setelah kemenangan Senegal dibatalkan! (instagram.com/@fsfofficielle)

JawaPos.com - Timnas Senegal benar-benar ngeyel ingin tetap diakui sebagai pemegang sah gelar juara Piala Afrika 2025, meski status tersebut sudah dicabut Federasi Sepak Bola Afrika (CAF).

Sebagaimana diketahui, CAF telah mencabut gelar juara Piala Afrika Senegal setelah tim berjuluk Singa Teranga tersebut terbukti melanggar regulasi dengan melakukan walk out ketika final menghadapi tuan rumah Maroko.

Mereka melakukan tindakan tidak sportif tersebut setelah wasit memberikan penalti kepada Maroko karena adanya pelanggaran di dalam kotak penalti. Akibat tindakan itu, laga sempat tertunda sekitar 15 menit.

Setelah Senegal akhirnya sanggup melanjutkan pertandingan, penalti Maroko yang dieksekusi Brahim Diaz berhasil digagalkan kiper Senegal dan laga berlanjut ke perpanjangan waktu. Dan, pada babak tersebut, Singa Teranga berhasil mencetak gol kemenangan.

Setelah CAF melakukan peninjauan, mereka kemudian memutuskan untuk mencabut gelar juara Senegal dan memutuskan Maroko sebagai kampiun Piala Afrika 2025 dengan kemenangan WO 3-0.

Federasi sepak bola Senegal tetap kukuh untuk tidak menyerahkan trofi Piala Afrika. Mereka bahkan nekad menggelar parade dan memamerkan tofi tersebut sebelum laga persahabatan menghadapi Peru di Paris, Sabtu (28/3) waktu setempat.

Pihaknya melakukan itu sekaligus sebagai bentuk protes terhadap keputusan CAF yang mereka anggap sebagai perampokan secara terbuka.

“Kami akan memamerkan trofi sebagai bentuk perlawanan terhadap sebuah perampokan administratif paling gamblang dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah olahraga kita karena kami, Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) menolak untuk menerima keputusan CAF,” kata Presiden FSF, Abdoulaye Fall seperti dikutip dari The Guardian.

Seakan ingin menabuh genderang perang, Fall menegaskan tidak akan menyerah untuk memperjuangkan pembatalan pencabutan gelar tersebut.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore