
Pemain Real Madrid Eduardo Camavinga. (Dok. Eduardo Camavinga)
JawaPos.com - Sorotan terhadap tim medis Real Madrid tampaknya belum mereda. Setelah sebelumnya dikritik karena kesalahan dalam menangani cedera Kylian Mbappé, kini muncul laporan baru yang menyebut bahwa kasus serupa juga terjadi pada Eduardo Camavinga.
Melansir L’Equipe disebutkan bahwa kesalahan dalam diagnosis Mbappé, bukanlah satu-satunya insiden yang terjadi dalam waktu dekat. Situasi ini pun mulai menimbulkan kekhawatiran lebih luas terkait standar penanganan cedera di klub tersebut.
Mbappé sendiri sempat mengungkapkan perasaannya selama menjalani masa pemulihan. Ia menggambarkan situasi tersebut sebagai penuh “frustrasi, kemarahan, dan kekhawatiran”.
Pada akhirnya, proses pemulihannya justru berjalan lebih baik setelah ia kembali ke Paris dan ditangani oleh tenaga medis yang sudah dikenalnya sejak masa di klub lamanya.
Kini, laporan terbaru mengungkap bahwa Camavinga juga mengalami hal yang tak kalah mengkhawatirkan. Pada 3 Desember, gelandang asal Prancis itu mengalami cedera pada pergelangan kaki kirinya. Namun, pemeriksaan MRI yang dilakukan justru dilakukan pada kaki yang salah.
Kesalahan tersebut berdampak langsung pada penanganan cedera. Camavinga sempat kembali masuk skuad hanya beberapa hari setelah insiden, bahkan duduk di bangku cadangan.
Namun tak lama kemudian, ia justru harus menepi selama dua minggu tambahan, sebuah indikasi bahwa cedera awalnya memang belum ditangani dengan tepat.
Situasi ini tentu menjadi alarm bagi klub sebesar Real Madrid. Dalam sepak bola modern, akurasi diagnosis medis adalah hal krusial, bukan hanya untuk performa tim, tetapi juga untuk menjaga karier pemain dalam jangka panjang.
Dua kasus dalam waktu berdekatan membuat publik mulai mempertanyakan apakah ada masalah sistemik dalam departemen medis klub. Apakah ini hanya kebetulan, atau memang ada prosedur yang perlu dievaluasi?
Yang jelas, bagi pemain seperti Mbappé dan Camavinga, kesalahan seperti ini bukan sekadar detail teknis, melainkan sesuatu yang bisa berdampak langsung pada performa, kepercayaan diri, hingga masa depan mereka di lapangan.
