
Gabriel Batistuta dan Diego Maradona (Dok. X/@AtaqueFutbolero)
JawaPos.com - Gabriel Batistuta baru-baru ini duduk bersama mantan bek tim nasional Inggris, Rio Ferdinand, dalam sebuah wawancara mendalam yang menyentuh sisi kemanusiaan.
Dalam diskusi bertajuk 'Rio Ferdinand Presents' tersebut, pria yang akrab disapa "Batigol" ini tidak hanya mengenang kejayaan masa lalu, tetapi juga membuka luka lama yang belum sepenuhnya pulih, terutama saat nama Diego Maradona mencuat ke permukaan.
Dengan nada bicara yang berubah serius, Batistuta melontarkan kalimat yang menggetarkan.
"Dia meninggal dalam kesendirian. Tak ada seorang pun di sisinya. Dia wafat layaknya seekor anjing (yang terabaikan)," ungkap pencetak gol ulung tersebut, dikutip melalui laman Marca, Kamis (26/3).
Kesedihan Batistuta bukan tanpa alasan. Ia mengaku ada penyesalan yang ia simpan di dalam batinnya. Ia merasa seharusnya bisa melakukan lebih banyak hal untuk sang maestro.
"Saya pun menyalahkan diri sendiri. Seharusnya saya bisa menjadi salah satu sandarannya. Membantu seseorang saat mereka membutuhkan adalah sebuah pilihan yang seharusnya diambil," tuturnya.
Meski demikian, Batistuta juga menyoroti ekosistem di sekitar Maradona yang dinilainya terlalu permisif sejak sang megabintang masih muda. Menurutnya, kegagalan orang-orang terdekat untuk berkata "tidak" pada Maradona merupakan kesalahan fatal yang membentuk akhir tragis sang legenda.
Komparasi Karisma: Maradona dan Messi
Diskusi tersebut tak terelakkan merambah ke perdebatan abadi di jagat sepak bola Argentina: Lionel Messi atau Diego Maradona. Bagi Batistuta, keduanya berada di spektrum yang berbeda.
"Messi mencetak seribu gol, sementara Maradona dua ratus. Messi adalah pribadi yang tenang, berbeda dengan Diego," jelasnya.
